oleh

Dubes Inggris Ajak Negara Mayoritas Muslim Aktif Lawan Paham Teroris

-News-6 views

Salisma.com – Untuk melawan aksi radikaslime dan terorisme terus bergema, setiap negara wajib bersatu mensinergikan strategi masing-masing untuk mencari solusi terbaik.

Hal tersebut diutarakan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dalam acara diplomatic forum yang digagas Radio Republik Indonesia (RRI) di Jakarta, Selasa (15/3). Menurut Malik, deradikalisasi dapat terealisasi bila ada suatu mekanisme dan saling kerja sama.

“Kita harus sadar bila mereka (para teroris) bukanlah seorang yang kurang pendidikan, mereka juga bukan yang kekurangan uang, mereka justru sebaliknya, pintar dan memiliki sumber daya melimpah, karenanya dapat membuat paham baru yang menyesatkan,” papar Dubes Moazzam.

Dubes Moazzam menyebut bila upaya deradikalisasi bisa melalui kerjasama pihak terkait. Indonesia mempunyai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pihak kepolisian, dan elemen lainnya.

“Intinya adalah kita harus bisa memenangkan perang ide, agar mereka yang tersesat dapat kembali dari doktrin paham radikal,” tegas Dubes Moazzam.

Sependapat dengan itu, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Mohammad Aqil Nadeem, yang juga jadi pembicara dalam forum ini mengimbuhkan, bila perihal deradikalisasi tidak bisa diselesaikan sendiri.

“Deradikalisasi tidak bisa dialamatkan hanya kepada negara muslim saja, publik internasional dibutuhkan,” imbuhnya.

Menurut Dubes Aqil, radikalisme bukan mengacu pada sebuah agama.

“Mereka di luar Islam tidak menutup kemungkinan memiliki paham radikal, paham tersebut bisa dan ada di tiap agama apa pun,” papar Dubes Aqil.

Diketahui, dalam forum diplomatik RRI kali ini, penekanan terhadap kerjasama dalam menumpas radikalisme secara global terus digencarkan.

Direktur Deradikaslisasi BNPT Irfan Idris yang turut menjadi pembicara menggarisbawahi perlunya nasionalisme tinggi guna menyingkirkan paham agama berbasis negara. Langkah ini penting agar tidak terjadi kelompok radikal seperti Negara Islam di Irak dan Suriah.

“Kami BNPT terus bergerak demi meningkatkan rasa nasionalisme yang berpadu dengan kecintaan terhadap agama, kami beri mereka pengertian sehingga tidak terjurumus terhadap kelompok-kelompok radikal tersebut,” kata Irfan.(merdeka)