5 Alasan Memilih Android Berprosesor 64 Bit

SALISMA.COM – Dari Qualcomm, Intel sampai Samsung, semuanya mulai membuat prosesor 64 bit untuk ponsel. Prosesor jenis ini pun diprediksi akan semakin banyak lagi di masa depan.

Beberapa prosesor mobile yang sudah mendukung pemrosesan 64 bit, antara lain Qualcomm Snapdragon 810, 610 dan 615, Nvidia Tegra K1, Intel Atom ‘Merrifield’ Z3480, dan Mediatek MT6732.

Smartphone Android yang menggunakan prosesor 64 bit memiliki kemampuan pemrosesan lebih tinggi ketimbang 32 bit.

Dilansir KompasTekno dari AndroidPit, Senin (15/6/2015), efek kemampuan pemrosesan itu pun berpengaruh pada pengalaman yang diperoleh pengguna smartphone. Sehingga sebelum memutuskan pilihan, ada baiknya mempertimbangkan enam hal berikut ini:

1. Kinerja tinggi, baterai hemat
Kinerja serta konsumsi daya merupakan salah satu alasan utama memilih ponsel berprosesor 64 bit. Contohnya, prosesor yang menggunakan arsitektur ARMv8 terbaru lebih efektif, efisien, dan dapat bergerak cepat ketika dipakai mengambil dari dari RAM ponsel.

Artinya mulai dari user interface (UI) hingga aplikasi-aplikasi akan menjadi lebih responsif, grafis lebih baik serta video 4K dapat diputar lancar.

2. RAM lebih besar
Prosesor 32 bit bisa menangani memori RAM hingga 4 GB. Sedangkan prosesor 64 bit bisa menangani RAM yang jauh lebih besar.

Soal RAM ukuran besar memang belum begitu penting bagi aplikasi yang ada sekarang. Tapi ke depannya, akan ada layar ultra high definition (UHD) ukuran jumbo, multitasking yang lebih berat, sampai streaming video 4K. Semua hal itu akan berjalan lebih lancar menggunakan proseor 64 bit.

3. Aplikasi lebih cepat
Google mengoptimalkan Android 5.0 Lollipop untuk prosesor 64 bit, termasuk menyematkan Android Runtime (ART) terbaru. Ponsel Android Lollipop yang menggunakan prosesor 64 bit bakal punya kinerja lebih kencang, meskipun aplikasi yang dipakai belum dioptimalkan untuk arsitektur tersebut.

4. Lebih aman
Soal keamanan pada prosesor 64 bit berkaitan dengan enkripsi dan dekripsi. Enkripsi berarti proses pengamanan sebuah informasi di dalam suatu perangkat, sedangkan dekripsi adalah proses membuka kunci yang dipasang pada suatu informasi.

Enkripsi maupun dekripsi sama-sama bergantung pada kemampuan matematika. Dengan demikian, prosesor 64 bit yang mampu menangani algoritma lebih rumit dapat dikatakan lebih aman dibanding prosesor 32 bit.

5. Banjir ponsel 64 bit
Akhir tahun 2015 ini diprediksi bakal ada lebih banyak ponsel Android yang menggunakan prosesor 64 bit. Bukan cuma ponsel mahal, ponsel low end yang dibanderol murah pun akan mengadopsinya. Sebagai gambaran, vendor gadget Huawei berniat untuk membuat prosesor 64 bit sendiri, dan MediaTek juga mulai mengadopsi arsitektur 64 bit juga.(kompas)

Share