Disperindag Akui Daging Operasi Pasar Mengandung Lemak, Cuma Tipis

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mengakui bahwa daging sapi segar beku yang diperdagangkan pada program Operasi Pasar (OP) di wilayah setempat memang mengandung lemak tipis dan memiliki kemasan tidak kedap udara, jadi butuh perlakuan khusus.

“Berlemak sih ia, tidak sampai 5 persen,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Masirba Sulaiman, menanggapi adanya keluhan masyarakat tentang tidak berkualitasnya daging yang dijual pada OP di Pekanbaru.

Menurut Masirba daging yang dijual ini merupakan sapi hidup yang diimpor dari Autralia, lalu dipotong di Indonesia dan dikemas untuk ukuran berat 1kg.

“Kalau tidak salah pemotongannya dilakukan di Bogor,” katanya lagi.

Masirba mengakui jenis daging segar beku ini tidak sama dengan daging beku impor yang memang sudah dikemas langsung dari luar.

Sehingga kualitasnya juga berbeda, kalau yang daging beku impor jelas bagus dan kemasannya aman.

“Sementara daging sapi untuk OP ini bukan tidak bagus, tetapi dipotong dan dikemas dengan cara tradisional,” katanya menerangkan.

Ia menganalisa hal ini terlihat dari cara pemotongan daging untuk kemasan 1kg, yang tidak mengikuti alur seratnya. Karena kalau diikuti maka akan lebih ukurannya dari yang diharapkan bisa hingga 1,5 kg.

“Makanya saat dikemas ada terdapat lemaknya tetapi tidak banyak cuma tipis,” katanya.

Lagi pula, sebut Irba lagi, masyarakat dalam membeli daging ini juga tidak dipaksa, karena diberi kebebasan untuk memilih mana yang disukai. Apakah berserat atau agak ada lemaknya.

” Silahkan memilih bebas,” tegasnya.

Ia menambahkan dari pantauan OP hari pertama semua berjalan lancar tidak ada masalah

“Sejauh dari pantauan kami dari saat pasar murah di Kantor Camat Bukit Raya, masyarakat senang saja tidak ada masalah walau ada lemak,” kata Masirba meyakinkan.

Hanya ia menghimbau untuk daging OP ini perlu perlakuan ekstra, agar tidak rusak. Sebab kemasan yang digunakan bukanlah kedap udara. Sehingga jika sudah dikeluarkan dari freezer tidak boleh dimasukkan kembali nanti yang lain terkontaminasi bakteri.

Bagi konsumen yang membeli harus memperhatikan saran sajian, misalkan jika memang untuk langsung dimasak lebih bagus.

“Akan tetapi kalau belum langsung dimasak, segera dimasukkan ke freezer,” sarannya.

Ditempat yang berbeda, Humas Badan Urusan Logistik Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau, Hendra Gunafi, juga membenarkan, daging dijual pada OP mereka mengandung lemak. Namun itu hal yang wajar untuk harga daging Rp80.000/kg.

“Lemak yang ada dibungkus tidak banyak,” katanya.

Diakuinya  dalam pengemasan daging lemak tetap ada tapi tidak banyak. Karena mayoritas masyarakat tidak biasa mengkonsumsi lemak.

“Saya rasa yang komplen masyarakat yang tidak suka konsumsi lemak aja,” katanya singkat. (Antara)