oleh

Terobos Markas TNI saat Main Pokemon, Pria Perancis Ditangkap

-News-4 views

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Polisi menangkap seorang pria berkewarganegaraan Perancis, Roman Pierre, karena menerobos masuk ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) TNI 0614/Kota Cirebon, Jawa Barat, saat bermain Pokemon Go.

“WNA (warga negara asing) tersebut diamankan karena masuk Kesatrian Kodim 0614/Kota Cirebon tanpa izin,” kata Kepala Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Yusri Yunus, seperti dilansir Antara (19/7).

Pierre masuk ke area Kodim Cirebon hari Senin (18/7) jelang tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Petugas kemudian memanggilnya. Namun pemuda 27 tahun itu lari ke arah pos jaga dan melompati portal pintu masuk Markas Kodim.

Pieree akhirnya ditangkap oleh petugas jaga. Ia dibawa ke Markas Polres Kota Cirebon untuk diperiksa lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Pierre sedang menginap di Hotel Aston Cirebon bersama teman-temannya untuk keperluan bisnis.

“Menurut keterangan dari Roman Pierre, dia sedang bermain game Pokemon sambil joging malam,” kata Yusri. Kepolisian lalu meminta pihak sponsor Pierre untuk menunjukkan dokumen kedatangan resminya ke Indonesia, khususnya Cirebon.

Dokumen tersebut kemudian didata dan dicek ke Hotel Aston tempat Pierre menginap, juga dikoordinasikan dengan TNI dan Polri. Usai semua pengecekan itu, Pierre diantarkan pulang ke Hotel Aston.

Pokemon Go dimainkan dengan menggunakan kamera telepon seluler secara real time atau langsung. Melalui permainan ini, pengguna berlomba-lomba mencari sosok animasi Pokemon di segala penjuru menggunakan kamera ponsel, dengan latar layar gambar nyata keadaan sekitar.

Pokemon Go yang diproduksi Niantic, Pokemon Company, dan Nintendo dirancang untuk ‘memaksa’ penggunanya keluar rumah. Permainan ini menawarkan interaksi berbeda antara manusia dengan permainan ponsel, karena melibatkan pencarian objek monster-monster virtual di dunia nyata memanfaatkan teknologi augmented reality, Global Positioning System (GPS), dan kamera ponsel.

Namun belakangan muncul kekhawatiran, secara tak sadar pengguna yang sedang berburu Pokemon di lokasi-lokasi vital seperti markas militer, dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi melalui gambar dan video. (CNN INDONESIA.com)