oleh

Panglima TNI: Jadilah Seorang Pemimpin, Bukan Bos!

-News-10 views

SALISMA.COM (SC), MAGELANG – Asahlah hati untuk bagaimana memimpin anggota dan satuan dengan baik. Yakni menyentuh, menyelami, mengetahui dan memahami kehidupan prajurit. Selain itu, tingkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap anggota guna mengetahui permasalahan yang dihadapi anak buah.

“Jadilah kalian seorang pemimpin, bukan seorang bos,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada 420 Capaja (Calon Perwira Remaja) TNI Tahun 2016, Akademi Militer (Akmil), Magelang, melalui siaran pers Puspen TNI diterima Senin (25/7).

Menurut Jenderal Gatot, tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia kedepan tidaklah ringan. Hal tersebut antara lain dilatarbelakangi oleh perkembangan lingkungan strategis serta beberapa permasalahan global. Mulai dari pesatnya peningkatan populasi penduduk dunia, menipisnya energi, kelangkaan pangan dan air.

Panglima menuturkan bahwasanya konflik-konflik di dunia lebih dari 70 persen berlatar belakang perebutan energi fosil.

Menurutnya, jika saat ini lokasi konflik dunia berasal di Timur Tengah atau yang kita kenal dengan sebutan Arab Spring, maka ke depan konflik dunia akan bergeser ke arah negara-negara dunia kaya akan sumber daya alam yang berada di equator, termasuk Indonesia.

“Itulah ancaman nyata terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Di sisi lain, Panglima TNI juga mengatakan ancaman nyata bangsa Indonesia saat ini adalah penyalahgunaan narkoba dan merupakan salah satu bentuk proxy war.

“Berdasarkan data tahun 2016, bahwa 5,1 juta penduduk Indonesia menyalahgunakan narkoba, hal ini akan melemahkan generasi muda bangsa sehingga tidak berkualitas (lost generation),” ucapnya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa sebagai calon pemimpin TNI di masa depan, dituntut sebagai pemimpin yang andal, di samping itu juga harus memiliki peran sebagai komandan, orang tua, teman, guru dan pelatih.

“Pemimpin lapangan harus selalu dekat dengan anak buah, sehingga tahu apa yang menjadi permasalahan anggota di satuan,” ujarnya.

(JPNN.com)