oleh

Sembilan Momen Penting Sepanjang Sejarah Yahoo

-Tekno-10 views

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Pada awal masa booming dot-com dulu, boleh dibilang tidak ada pengguna internet yang tak kenal Yahoo. Perusahaan ini merupakan raja mesin pencari di era 2000-an.

Situs-situs yang tercakup di bawah payungnya mencatat trafik internet paling tinggi. Valuasi Yahoo ketika itu pun mencapai 125 miliar dollar AS atau setara Rp 1.643 triliun

Tapi kini bintang Yahoo sudah meredup. Popularitas yang terpuruk dan kinerja keuangan yang tak kunjung membaik menyebabkan perusahaan itu mesti dilego ke pihak lain dengan nilai jauh lebih rendah dibanding masa jayanya dulu.

Sepanjang sejarah Yahoo banyak terjadi momen penting yang menentukan nasibnya. Berikut ini semblian di antaranya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PC World, Kamis (28/7/2016).

1. Didirikan

Perjalanan Yahoo dimulai pada akhir 1994, saat dua lulusan Universitas Stanford, Jerry Yang dan David Filo, meluncurkan mesin pencari Yahoo dengan mengumpulkan orang untuk menyusun indeks dari hasil kurasi ribuan situs yang ada di internet.

Kala itu ada lusinan pekerja yang disewa untuk pemproses permintaan pendataan indeks dari berbagai situs.

2. Go public

Pada April 1996, Yahoo melakukan penawaran saham perdana (IPO) di bursa Nasdaq. Saham yang awalnya diperdagangkan seharga 24,5 dollar AS per lembar sempat meroket 154 persen ke angka 43 dollar AS sebelum stabil di angka 33 dollar AS.

Kiprah hari pertama Yahoo di lantai bursa menandai antusiasme pasar di pertengahan 1990-an yang gencar menyambut apa pun yang berbau internet.

3. Tertinggi sepanjang sejarah

Saham Yahoo mencatat nilai tertingginya pada 3 Januari tahun 2000. Ketika itu saham perusahaan tersebut dihargai hingga 475 dollar AS per lembar.

Tapi keadaan demikian hanya berlangsung beberapa bulan. Seiring dengan serangan teroris ke menara kembar WTC dan peristiwa pecahnya bubble dot com, harga saham Yahoo menukik tajam ke angka 8,11 dollar AS per lembar.

4. Caplok Flickr

Flickr adalah layanan hosting foto dan video yang didirikan oleh Ludicorp pada 2004. Setahun setelahnya, pada 20 Maret 2005, Yahoo mengakuisisi perusahaan yang meraih popularitas dengan cepat ini.

Nilai akuisisi Yahoo atas Flickr tidak disebutkan, tapi besarnya diperkirakan antara 40 juta dollar AS hingga 50 juta dollar AS. Pengguna Flickr pada 2015 lalu mencapai 112 juta, sementara jumlah foto yang di-share setiap harinya mencapai 1 juta.

5. Tolak lamaran Microsoft

Raksasa software Microsoft sempat melirik Yahoo dan kabarnya menawarkan “mahar” sebesar 44,6 miliar dollar AS pada 1 Februari 2008. Tapi tawaran akuisisi itu ditolak.

Yahoo juga sempat mempertimbangkan opsi merger dengan perusahaan lain, termasuk Google, namun pada akhirnya memilih untuk tetap melenggang sendirian.

6. Pergantian CEO

Investor Yahoo kecewa dengan kinerja keuangan perusahaan di bawah pimpinan CEO Terry Semel. Pada Juni 2007, pendiri Yahoo Jerry Yang pun mengambil alih tampuk kepemimpinan dari tangan Semel.

Yang mengundurkan diri dua tahun setelahnya, pada Januari 2009, dan digantikan oleh mantan eksekutif Autodesk, Carol Bartz. Yang lantas mengundurkan diri dari dewan direksi Yahoo dan memutus semua hubungan dengan perusahaan yang didirikannya itu pada 2012, setelah Bartz dicopot dari posisi CEO.

7. Gonjang-ganjing CEO berlanjut

Setelah Bartz ditendang, Yahoo merekrut mantan presiden PayPal, Scott Thompson, sebagai CEO baru pada Januari 2012.

Tapi kiprah Thompson di Yahoo cuma seumur jagung. Dia didepak setelah ketahuan membubuhi gelar palsu pada resume yang diajukannya, hanya 4 bulan setelah mulai menjabat.

Posisi Thompson digantikan oleh Marissa Mayer yang sebelumnya menjabat sebagai Vice President di Google.

8. Rumahkan karyawan

Kinerja keuangan Yahoo yang tak kunjung membaik mengakibatkan perusahaan tersebut terpaksa merumahkan sebagian karyawannya.

Pada Februari 2016, setelah melaporkan kerugian sebesar 4,4 miliar dollar AS pada kuartal terakhir, Yahoo mengumumkan rencana memotong 15 persen tenaga kerjanya atau sebanyak 1.600 pegawai.

9. Dibeli Verizon

Setelah melalui sesi penawaran yang panjang dengan sejumlah perusahaan dan konsorsium, awal Minggu ini diumumkan bahwa operator telekomunikasi AS, Verizon Communications, bakal membeli Yahoo senilai 4,83 miliar dollar AS atau setara Rp 63 triliun.

Verizon diperkirakan memiliki posisi kuat untuk membalik peruntungan bisnis internet Yahoo yang tengah terjembap. Marissa Mayer menyatakan bakal tetap menjabat sebagai CEO di Yahoo untuk mengawal perusahaan tersebut menyongsong masa depan yang baru.

(KOMPAS.com)