oleh

20 Tahun Menetap di AS, Balik ke Indonesia Demi Panggilan Jokowi

-News-8 views

SALISMA.COM (SC), JAKARTAARCHANDRA Tahar, tak pernah bermimpi bakal diangkat sebagai menteri di Indonesia. Menetap selama 20 tahun lamanya di Amerika Serikat (AS), Archandra kini kembali ke Indonesia demi permintaan Presiden Joko Widodo, untuk menjadi menteri.

Archandra rela mengorbankan posisi empuknya sebagai Presiden di Petroneering Houston di Texas. Di perusahaana yang bergerak di bidang energi dan minyak itu, ia menjabat sejak 2003.

 

Yessy Artada, Jakarta

Penampilan Archandra tak terlihat sebagai pria yang lama menetap di luar negeri. Ia berpenampilan sangat sederhana saat dilantik di Istana oleh Presiden Joko Widodo. Tak tampak kemewahan mentereng, yang terlihat pada penampilannya.

Pria 45 tahun itu mengaku terpilih sebagai menteri ESDM dalam waktu yang singkat. Pasalnya ia baru tiba di Indonesia pada Minggu (24/7) kemarin. Setibanya di Indonesia, Jokowi mengundangnya untuk sekedar berdiskusi.

Dari diskusi itu, Jokowi tampaknya kepincut dengan kepiawaian Archandra memberikan penjelasan. Serta latar belakangnya yang sudah tak perlu diragukan lagi.

“Ceritanya agak surprise. Saya juga nggak bermimpi (diangkat menjadi menteri-red). Saya diberi kesempatan berdiskusi dengan beliau (Jokowi). Dari situ diskusi berlanjut, baru beberapa hari lalu, singkat sekali, nggak sampai seminggu. Saya baru tiba di Indonesia Minggu kemarin,” ujar Archandra.

Kedatangannya ke Indonesia diakui alumnus teknik mesin ITB ini untuk memenuhi undangan mantan gubernur DKI Jakarta ini. Dalam pertemuan singkat itu, Jokowi memberikan tongkat kepemimpinan ESDM kepada dirinya.

Hati Archandra langsung tergerak untuk memajukan sektor energi di Tanah Air. Ia kini ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk mengabdi pada negara. Ia pun rela meninggalkan Amerika demi mengabdi kepada Tanah Air.

“Saya dipanggil oleh bapak presiden untuk pulang ke Indonesia setelah lebih dari 20 tahun menetap di Amerika. Bapak presiden memberi amanah untuk memimpin sektor ESDM dan memajukannya sesuai dengan program nawa cita,” terangnya.

Meski latar belakang pendidikan serta pekerjaannya tak perlu diragukan lagi di bidang energi, dia tak ingin berbesar kepala. Archandra bakal memikul tanggung jawab besar itu bersama dengan anak buahnya.

“Saya sangat menyadari begitu berat beban dan tanggung jawab ini, tapi saya yakin dengan bantuan jajaran kementerian ESDM, Insya Allah tugas yang berat ini bisa lebih ringan,” tandas Archandra.

(JPNN.com)