oleh

Takut Ancaman Duterte, Wali Kota Filipina Serahkan Diri

-News-14 views

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Seorang wali kota di Filipina menyerahkan diri setelah dia diduga kuat terlibat perdagangan narkotika. Enam pengawalnya tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Diberitakan Reuters, Rabu (3/8), wali kota Albuera, Rolando Espinosa, menyerahkan diri kepada polisi hari Selasa lalu setelah Presiden Rodrido Duterte meminta dia dan putranya, Kerwin, menyerah jika tidak ingin mati ditembus peluru.

Duterte menuding Espinosa terlibat perdagangan narkoba dan terancam dibunuh jika melawan. Espinosa membantah tudingan itu, namun dia mengaku putranya mengonsumsi sabu yang didapatnya dari bandar asal China yang telah dipenjara.

Espinosa adalah satu dari ratusan ribu orang yang menyerahkan diri karena terlibat narkoba. Mereka takut para program Duterte, yaitu menembak mati semua bandar dan pemakai narkoba. Bahkan Duterte memberikan hadiah bagi yang bisa menembak mati mereka.

Sudah 400 orang terbunuh oleh polisi dalam operasi pemberantasan narkotika sejak Duterte memimpin pada 30 Juni lalu. Media dan pegiat HAM bahkan mencatat korban lebih banyak, yaitu 770 orang, termasuk lebih dari 200 di antaranya dibunuh oleh warga.

Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina Dionardo Carlos mengatakan terjadi baku tembak antara polisi dan para pengawal Espinosa di rumahnya di Leyte.

Enam orang pengawal Espinosa terbunuh, sementara enam lainnya kabur.

“Kami menemukan 13 senjata api berat dan lima pistol dari lokasi,” kata Carlos. Dakwaan Espinosa akan bertambah dengan kepemilikan senjata ilegal tersebut.

Kasus Espinosa menunjukkan bahwa Duterte tidak hanya mengincar bandar “recehan” di jalan, melainkan juga para pejabat dan politisi yang terlibat narkotika.

Duterte berjanji akan membeberkan nama puluhan gubernur, walikota dan politisi lainnya yang disebut terlibat jaringan narkotika. Sebelumnya, dia telah menyebut nama tiga jenderal polisi dan dua mantan jenderal yang membekingi bandar.

Polisi mengatakan, dakwaan telah dilayangkan terhadap wali kota di Mindanao setelah dia lolos dalam penyergapan polisi pekan lalu. Sebanyak 16 orang ditahan saat itu, dan uang 1 juta peso disita.

 

(CNN INDONESIA.com)