oleh

Infrastruktur Pengaruhi Minat Wisatawan Pekanbaru

-News-6 views

SALISMA.COM, Pekanbaru- Riau memiliki banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Sayangnya sebagian besar objek wisata di Riau kurang diminati pengunjung khususnya wisatawan lokal karena minimnya pembangunan insfrastruktur, sehingga pengujung memilih provinsi tetangga seperti Sumatera Barat untuk berwisata merayakan Lebaran.

“Kita memiliki potensi wisata yang sangat besar. Hanya saja, infrastruktur untuk menuju suatu objek wisata masih sangat terbatas,” papar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau, Fahmizal Usman di Pekanbaru, Selasa kemarin.

Dia mengatakan, pihaknya berjanji persoalan minimnya insfrastruktur menuju atau pun ketika berada di lokasi ojek wisata di provinsi ini secara bertahap akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan bersama pemangku kepentingan baik pemerintah daerah dan swasta.

Pembangunan infrastruktur jalan masih sangat terbatas, kemudian bangunan-bangunan pendukung di lokasi objek wisata baik yang mengutamakan keindahan alam seperti air terjun di Kabupaten Rokan Hulu atau keindahan panorama alam seperti di Kabupaten Bengkalis yang belum memadai.

“Dari pembicaraan bersama pemangku kepentingan nantinya, baru akan kita carikan jalan keluar sebagai solusi yang terbaik. Baru setelah itu, bisa kita promosi baik ditingkat lokal maupun nasional,” katanya.

Padahal, tambah Fahmizal, beberapa kabupaten/kota di Riau telah memulai mengadakan iven tahunan seperti “Tour de Siak” oleh Pemerintah Kabupaten Siak, lalu Pacu Jalur oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan Ombak Bono oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

“Kalau Bakar Tongkang yang disponsori Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, sudah sejak dari dulu didadakan baik tingkat nasional dan internasional. Beragam destinasi wisata di Riau memiliki nilai wisata tinggi dan laik dipromosikan sampai internasional,” terangnya.

Masnur, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Riau mengatakan, pembangunan wisata di negeri yang dijuluki “Bumi Lancang Kuning” tersebut perlu kerja sama lintas sektor.

“Pengembangan pariwisata itu mejadi tanggung jawab dinas pariwisata, satuan kerja lainnya hingga pihak ketiga dan masyarakat,” ujarnya seperti dilansir oleh antarariau.

Ia berucap, membangun pariwisata di Riau tidak mudah karena memerlukan kerjasama lintas sektor dan bersinergi antar instansi dalam membangun. “Memang mahal, tapi ini kedepan akan jadi sumber pendapatan yang takkan habis,” bebernya.

Dia mencontohkan seperti objek wisata Ombak Bono yang sangat langka ada di tempat lain. Fenomena ombak hasil pertemuan arus hulu dan hilir Sungai Kampar ini tentu menarik bagi semua orang.

“Tapi jalan menuju ke sana jelek sehingga menghambat minat orang ke sana. Oleh sebab itulah perlu pembangunan dari dinas lainnya yakni Dinas Bina Marga untuk membangun akses,” imbuhnya.

Jika infrasruktur telah diperbaiki maka bisa dipastikan wisatawan akan sering berkunjung ke Pekanbaru dan menikmati objek wisata yang ada. ()