oleh

Disebar, Sketsa Wajah Pria Pembunuh Ulama di New York

-News-41 views

SALISMA.COM (SC), NEW YORK – Aparat Kepolisian Kota New York, AS, melakukan perburuan terhadap pelaku penembakan seorang pemuka agama dan asistennya saat sedang berjalan kaki di dekat masjid di taman Ozone, Sabtu siang.

Seperti diberitakan, ulama bernama Maulama Akonjee (55) dan pembantunya Thara Uddin (64) baru keluar dari masjid, ketika muncul satu orang dari arah belakang dan menembak mereka di kepala.

Minggu (14/8/2016) waktu setempat, aparat kepolisian mulai melakukan perburuan terhadap lelaki yang disebut para saksi melenggang dengan bebas usai melakukan penembakan.

Pelaku mendekati kedua korban dari arah belakang sekitar pukul 13.50 waktu setempat. Tak lama kemudian lelaku itu membunuh ulama asal Banglades itu.

Polisi berusaha mengorek keterangan dari para saksi dan rekaman video di jalan, untuk mengungkap kasus yang terjadi di wilayah yang sebagian besar dihuni warga kelas bekerja.

Kawasan itu pun menjadi tempat tinggal bagi kaum Muslim keturunan Banglades di New York.

Para saksi mengatakan kepada polisi, pelaku pembunuhan mengenakan baju gelap dengan celana biru. Dia melarikan diri dari lokasi penembakan dengan menenteng senjata di tangan.

Terkait perburuan itu, pada Minggu pagi, polisi New York sudah berhasil membuat sebuah sketsa wajah dari terduga pelaku penembakan.

Wajah lelaki yang ada di dalam sketsa itu terlihat memiliki rambut berwarna gelap, dengan jenggot dan kaca mata.

Pelaku diperkirakan berumur antara 30-40an tahun.

Polisi juga mengonfirmasi bahwa kedua korban mengenakan pakaian keagamaan ketika ditembak mati.

Mereka ditemukan terbujur di pinggir jalan, sebelum dilarikan ke RS terdekat, dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Seperti yang juga telah diwartakan, motif dari penembakan ini belum terungkap. Namun, tak ditemukan bukti untuk menyimpulkan bahwa penembakan itu terkait dengan sentimen agama.

Kendati demikian, polisi mengaku terus mendalami kemungkinan tersebut.

Saat ditembak, Akonjee diketahui membawa uang 1.000 dollar AS, atau sekitar Rp 13 juta. Namun uang itu tak diambil oleh pelaku serangan. Demikian berita yang dilansir the New York Times.

Kecam
Anggota Dewan Kota Melissa Mark-Viverito melontarkan kecaman atas kasus ini.

Dia pun mengetuk kesadaran dari lebih banyak saksi mata untuk memberikan keterangan kepada polisi, demi terungkapnya misteri pembunuhan ini.

“Saya sangat terpukul dan sedih dengan kasus pembunuhan ini,” ungkap Mark-Viverito dalam pernyataan tertulis yang dilansir Reuters.

“Bentuk kebencian macam ini seharusnya tak ada di tengah kita,” ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota New York Bill de Blasio mengaku memonitor dari dekat perkembangan kasus ini,

Dalam sebuah pernyataannya, Blasio memastikan bahwa aparat kepolisian New York tak akan berhenti mengungkap kasus ini, hingga tercapainya keadilan.

Senada dengan itu, sebuah lembaga yang mengurus hubungan antar warga AS pemeluk agama Islam, hak sipil, dan advokasi (CAIR), korban adalah salah satu ulama dalam komunitas itu.

“Mereka adalah orang-orang yang sangat kami kasihi,” kata Afaf Nasher, Direktur Eksekutif CAIR cabang New York.

 

(KOMPAS.com)