oleh

Mengaku Dirampok, Paspor Tiga Perenang AS Ditahan

-News-10 views

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Klaim perenang Olimpiade asal Amerika Serikat (AS), Michael Phelps dan tiga rekannya yang mengaku dirampok, berbuntut panjang. Pihak kepolisian sempat menahan paspor tiga perenang AS, yakni James Feigen, Gunnar Bentz, dan Jack Conger, Rabu (17/8).

Mereka ditahan pihak otoritas keamanan Brasil untuk dimintai keterangan terkait detail kejadian perampokan, Minggu (14/8) pagi waktu setempat. Pihak kepolisian ingin mendapatkan pula keterangan detail soal ciri-ciri fisik perampok tersebut.

Sebetulnya bukan hanya ketiga perenang AS itu. Perenang peraih medali emas AS, Ryan Lochte, juga akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian karena kejadian perampokan berawal dari pengakuan Lochte.

Namun, pihak kepolisian Brasil menerangkan, Lochte sudah telanjur terbang dari Rio de Janeiro ke AS pada Senin (15/8) waktu setempat.

Lochte beserta ketiga rekannya itu sebelumnya mengaku sempat ditodong pistol oleh perampok pada Minggu (14/8) pagi waktu setempat.

Pihak Komite Olimpiade AS (USOC), membenarkan ketiga perenang mereka sempat ditahan untuk pulang ke AS.

“Kami mengonfirmasi bahwa Jack Conger dan Bunnar Bentz sempat ditahan dari penerbannnya ke Amerika Serikat oleh otoritas Brasil,” ujar juru bicara USOC kepada Reuters.

“Mereka kemudian dilepaskan oleh petugas otoritas setempat dengan pengertian bahwa mereka bersedia melanjutkan diskusi pada Kamis (18/8).”

Sebelumnya pada Rabu (17/8), pihak hakim memerintahkan mencekal empat perenang AS tersebut kembali ke negara mereka untuk dimintai keterangan.

Sementara seperti dilaporkan O Globo, Lochte sudah ada di North Carolina pada Rabu (17/8) bersama kekasihnya.

Pihak pengadilan pun mempertimbangkan akan memintanya kembali ke Brasil atau cukup memberikan keterangan dari AS.

Sebelumnya, Lochte menerangkan kepada media, dirinya sedang berada di taksi menuju perkampungan atlet pada hari Minggu (14/8) saat polisi memberhentikan mereka.

“Kami ditarik keluar. Gerombolan itu datang dengan lencana polisi, namun tanpa perlengkapan lainnya.”

“Mereka mengambil senjata mereka dan berkata pada rekan saya untuk merunduk ke lantai. Saya menolak karena saya merasa tak ada yang salah jadi saya tak merunduk ke lantai,” ujar Lochte kepada NBC.

Lantaran melawan, para perampok yang menyamar jadi polisi itu semakin beringas.

“Orang tersebut siap menarik pelatuk, menodongkan senjata di dahi saya dan berkata pada saya untuk merunduk.”

“Saya mengangkat tangan saya. Mereka mengambil uang dan dompet saya, namun meninggalkan telepon seluler,” tutur Lochte.

 

(CNN INDONESIA.com)