oleh

Teknologi Keselamatan, Alasan Terbanyak Orang Membeli Mobil

-Tekno-6 views

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Survei menyebutkan, variabel dan fitur teknologi otomotif semakin beragam, terlebih terkait dengan teknologi yang mencerminkan masa depan.

Laporan 2016 yang dilakukan Neilsen AutoTECHCAST dikeluarkan Rabu (24/8), menemukan di Amerika Serikat konsumen sangat tertarik dengan teknologi yang menjadikan fitur keselamatan di tingkat pertama, selanjutnya soal konektivitas, kenyamanan dan keamanan, asisten mengemudi dan efesiensi bahan bakar.

Fitur teknologi keselamatan yang paling mendapat perhatian adalah kamera belakang, sistem kecepatan rendah untuk menghindari tabrakan, deteksi blind-spot dan sistem pencegahan lainnya yang berujung memperkuat sistem keamanan secara umum.

Deteksi blind-spot dan sistem preventif menjadi perhatian konsumen dalam melakukan pembelian sebuah mobil. Faktanya, 73 persen konsumen suka atau sangat suka untuk membeli mobil dengan deteksi blind-spot.

“Konsumen mulai melirik soal teknologi mobil tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya dan menjadi alasan mereka membeli mobil atau tidak,” kata Wakil Presiden Nielsen Automotive Mike VanNieuwkuyk dalam penyataannya seperti dikutip www.autonews.com

Survei tersebut mengemukakan jika pabrikan mobil harus terus melakukan edukasi terkait teknologi terbaru untuk menyesuaikan karakter mobil dengan setiap personal konsumen. Hal itu diyakini akan memberikan opsi kompetitif dan membangun loyalitas merek dengan teknologi keselamatan terbaik.

Selain itu, 53 persen konsumen percaya pabrikan kendaraan telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menjamin kendaraan memiliki tingkat keselamatan dari berbagai ancaman di jalanan atau dimanapun.

Tak hanya itu, reputasi manufaktur mobil menjadi salah satu alasan orang membeli mobil.

“Lebih dari setengah responden mengatakan jika kendaraan harus aman yang mana akan lebih meyakinkan jika berasal dari sebuah industri yang memiliki reputasi baik secara umum,” ujat Mike.

Survei ini dilakukan terhadap 11,886 warga Amerika Serikat dengan pengumpulan data selama 22 Maret-27 April 2016.

 

(CNN INDONESIA.com)