oleh

Foto-foto Instagram Bisa Dijual sebagai Karya Seni

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Sukses digelar di London, sebuah pameran yang menampilkan sejumlah foto yang diambil dari akun Instagram kini digelar di Singapura.

Foto-foto yang dipamerkan tersebut dianggap tak kalah kualitasnya dibanding karya seniman visual ataupun fotografer profesional.

Bertajuk ‘K+ Instagram Exhibition,’ 13 pengguna Instagram berkesempatan untuk memperbesar foto unggahan mereka, mencetaknya dalam kanvas. Karya tersebut kemudian dijual pada publik seharga US$67 atau US$102 dengan bingkai.

Para pemilik akun Instagram yang dipilih berpameran bukanlah berdasarkan jumlah pengikutnya yang banyak, melainkan berkat ‘karya menjanjikan’ di akun mereka. Jumlah pengikut akun berkisar mulai dari 300 hingga 115.000 orang. Jika digabungkan, semuanya berkisar 500 juta orang.

“Kami ingin memberi highlight pada aspek sosial bahwa platform digital seperti Instagram dapat berpengaruh ke dunia seni,” ujar Carolyn Teo, pendiri Kinetic Singapore dan K+ Curatorial Space, seperti dilansir dari CNBC.

Di dinding pameran, akun Instagram dari setiap seniman dipajang lengkap dengan profil avatar, jumlah pengikut, dan deskripsi profil.

Panitia penyelenggara fokus pada aktivitas pengguna Instagram, yang melalui proses panjang dari mulai foto tersebut diambil, diberi keterangan dan diunggah.

Digelarnya pameran ini juga tak lepas dari sebuah insiden yang mencuri perhatian tahun lalu, ketika seorang pelukis memperbesar salah satu gambar dari akun Instagram milik orang lain, dan berhasil menjualnya di pameran di New York hingga ribuan dolar AS.

Di samping itu, jumlah pengguna ponsel di seluruh dunia diyakini meningkat pesat hingga dua miliar tahun ini, menurut eMarketer. Setidaknya seperempat dari angka itu adalah pengguna Instagram.

“Kini, siapa pun dapat mengambil gambar dan membaginya via online, dan gambar-gambar yang bagus membuat bias profesi fotografer profesional,” ujar Teo.

Dia menambahkan, pameran ini juga mengubah pandangan yang selama ini beranggapan bahwa hanya fotografer profesional yang mampu membuat gambar bagus dan melabelinya sebagai karya seni.

“Instagram telah membuat bias batas antara ‘profesional’ dan ‘amatir,’ dan memuat kami tak sabar melihat bagaimana para pengguna Instagram ini melahirkan sesuatu untuk dunia seni,” ujar Teo.

 

(CNN INDONESIA.com)