Ditemukan, Bukti Baru Peradaban Kota Kuno Petra yang Hilang

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Sekelompok peneliti asal Carolina State University dan East Carolina University menemukan petunjuk baru mengenai kota kuno Nabatea di Petra, Yordania, berkat temuan dua patung marmer berbentuk Dewi Aphrodite bersama figur Cupid.

Bedasarkan laporan Science Daily, tim peneliti yang diketuai Tom Parker dari North Carolina State University dan bioarkeolog asal East Carolina University Megan Perry menemukan kedua artefak saat mengadakan ekskavasi struktur domestik di wilayah Bukit Utara Petra selama Mei dan Juni lalu.

“Saya telah bekerja di Timur Tengah selama 45 tahun dan tidak pernah menemukan sesuatu yang begitu signifikan seperti ini,” ucap Parker. “Artefak ini layak berada di jajaran koleksi Museum Louvre atau Museum Seni Metropolitan.”

Petra sering disebut sebagai kota yang hilang selama ratusan tahun. Ia terletak di tengah lembah yang sekarang ada di barat daya Yordania. Petra pernah menjadi pusat perdagangan yang berkembang dan ibukota Kerajaan Nabatea pada 400 SM.

Keadaan patung saat ditemukan para peneliti, dilaporkan masih utuh dari bagian alas hingga bahu. Sedangkan bagian kepala, kaki dan tangan bagian atas masih juga ditemukan di tempat penggalian meski perlu sedikit sentuhan untuk menyempurnakan bentuk aslinya.

Patung marmer yang ditemukan memiliki corak peradaban Romawi. Hal itu menunjukkan adanya pengaruh budaya Romawi yang pernah menginvasi Nabataea pada tahun 106 M. “Kejeniusan penduduk Nabatea terbukti dari cara mereka berasimilasi dan menyerap elemen budaya yang ada di sekeliling mereka.”

Parker juga menambahkan bukti lain dari kejeniusan mereka adalah terlihatnya corak budaya Mesir Kuno saat peradaban mereka masih bertetangga. Mereka juga langsung membuka diri dengan budaya Romawi yang datang setelahnya.

Parker dan perry juga banyak menemukan artefak lain yang menguak tabir misteri cara hidup penduduk Nabatea. Artefak lain tersebut meliputi alat dapur dan penyimpanan, tembikar, tulang hewan, pedang besi, lampu minyak yang terbuat dari keramik, hingga kosmetik, dan perhiasan yang tercampur dengan belulang manusia.

“Bagian tubuh manusia dan kamar mayat dari Petra tak hanya memberi pemahaman tentang konsep kematian Nabatea, tapi juga sejarah biologis saat mereka masih hidup,” tutup Perry.

Tahun ini menandai tahun ketiga Petra North Ridge Project, sebuah proyek mencari petunjuk baru mengenai populasi non-elit di kota kuno tersebut. Kedua patung menjadi temuan yang tak mereka duga sebelumnya.

Tim peneliti awalnya bertujuan menemukan situs rumah penduduk biasa di musim panas ini. Namun mereka justru menemukan sebuah rumah yang menyerupai rumah mewah perkotaan yang dilengkapi bak mandi indah di dalamnya. Pada tangga yang ada di rumah itu, tim Parker menemukan kedua patung.

“Sebenarnya patung tersebut bukan yang kami cari, namun temuan ini tetap menceritakan banyak hal mengenai populasi yang kami teliti,” sambung Parker.

Aphrodite merupakan figur dewi yang dipuja oleh peradaban Romawi, sedangkan Cupid dianggap sebagai keturunan Aphrodite yang kerap digambarkan sebagai seorang anak yang memegang busur dan anak panah berbentuk hati. Keduanya sering dikaitkan sebagai simbol cinta baik dalam mitos Romawi maupun Yunani.

 

(CNN INDONESIA.com)