oleh

Penjualan Properti Hingga Harga Rp 5 Miliar Meningkat

-News-13 views

SALISMA.COM (SC), SURABAYA – Permintaan properti di proyek Pakuwon dengan harga hingga Rp 5 miliar mengalami peningkatan. Hal itu menunjukkan bahwa penjualan properti mewah mulai menggeliat.

Para pembeli itu diyakini sebagai end user. Mereka umumnya mulai memanfaatkan keringanan yang diberikan perbankan.

Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menuturkan, end user maupun investor mulai memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang tertuang dalam kebijakan pemerintah.

Misalnya, tax amnesty, penurunan PPh dan BPHTB, relaksasi LTV, hingga suku bunga yang kompetitif.

’’Kondisi ini persis seperti pada 2010–2011 ketika inflasi terkendali dan suku bunga perbankan mencapai single-digit. Jadi, perkiraan kami pada 2017 sektor properti booming,’’ katanya di sela Pakuwon City Anniversary di atrium TP 3, Surabaya, kemarin (14/9).

Kali ini pihaknya menargetkan penjualan Rp 200 miliar selama pameran. Target tersebut kembali normal setelah pada event sebelumnya diturunkan menjadi Rp 150 miliar.

Hingga Agustus lalu, penjualan mencapai Rp 1,46 triliun. Target hingga akhir tahun sebesar Rp 3 triliun.

’’Proyek yang kami tawarkan untuk landed house mulai Pakuwon City, Pakuwon Indah, hingga Grand Pakuwon. Untuk high-rise, sebagian besar sudah terjual. Misalnya, The Peak telah terjual 90 persen, One Icon (70 persen), dan Anderson yang sedang tahap konstruksi (80 persen),’’ paparnya.

General Manager Finance Pakuwon Group Fenny menyatakan, kemudahan kredit mendorong pembeli memilih bertransaksi dengan menggunakan fasilitas perbankan.

’’Khususnya untuk produk ready stock, 80 persen memilih pakai KPR. Sisanya 20 persen dengan mekanisme pembayaran lainnya,’’ ujarnya.

General Manager Marketing Pakuwon Group Agung Nugroho menjelaskan, adanya penawaran yang menarik dari pengembang ditambah dengan kemudahan persetujuan dari perbankan bisa mempercepat pembeli mengambil keputusan.

Pakuwon bekerja sama dengan tujuh perbankan dalam pameran tersebut. Yakni, BCA, Bank Mandiri, BRI, CIMB Niaga, Maybank, Danamon, dan Permata.

 

(JPNN.com)