oleh

Alhamduillah, Akhirnya Dapat Medali Emas

-Olahraga-135 views

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Kontingen Lampung akhirnya menambah raihan medali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat. Setelah mendapatkan sumbangan dua medali berupa perak dan perunggu dari cabang olahraga (cabor) Judo, Selasa (20/9) Lampung akhirnya mendapatkan satu mendali emas dari cabor Karate.

Raihan mendali emas tersebut, berhasil didapatkan oleh Suryadi, dari kumite -60 kilogram yang menang setelah bertanding dengan kontingen Sulawesi Selatan, Dhuril pada final dengan poin akhir 8 – 2. Pertandingan sendiri digelar di Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung.

Sebelumnya, Suryadi telah mengalahkan dua lawan lainnya. Masing-masing Angga Aprillian, kontingen Banten dengan perolehan poin 5 – 3, di babak penyisihan. Kemudian Caesar Robin Vegi, kontingen Jawa Tengah di babak perempat final dengan poin 6 – 0. Serta, kontingen DKI Jakarta atas nama Alfaris Tario dengan poin akhir 6 – 4.

Ditemui usai pertandingan, Suryadi mengaku sempat gugup sebelum pertandingan dimulai. Pada dua pertandingan awal, Suryadi nampak bermain lebih hati-hati dengan mengatur jarak dari lawan. Hal itu diakuinya lantaran, agar dirinya dapat membaca permain lawan. Ia juga mengaku tidak ingin bermain dengan mengabiskan tenaga pada dua babak awal, ini dihindarinya agar lawan selanjutnya tidak langsung dapat membaca gaya permainnya.

“Kalau dua kontingen diawal saya belum pernah ketemu sebelumnya. Jadi memang mainnya agak hati-hati, supaya bisa baca permain lawan juga,” katanya seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini (21/9).

Baru lah di dua babak selanjutnya, Suryadi bertemu dengan dua lawannya asal DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan yang memang sudah pernah bertemu pada pertandingan terdahulu. Saat mengahadapi ke duanya, Suryadi pun langsung merubah style permainannya dengan lebih agresif menyerang.

“Kalau DKI (Jakarta, Red) dan Sumatera Selatan kan sudah pernah bertemu sebelumnya. Jadi sudah tau lah bagaimana mainnya, waktu bertemu mereka, baru saya kembali pada pola permainan saya biasanya,” katanya.

Saat melawan DKI Jakarta, pihak lawan sempat melayangkan dua kali protes terhadap poin yang diberikan wasit kepada Suryadi. Padahal, beberapa dari seragan Suryadi, sempat tidak diperhitungkan oleh wasit, sehingga tidak menambah poin untuknya. Namun, Suryadi tetap bersikap tenang hingga akhir pertandingan.

“Semua lawan saya rasa punya skil yang sama, dan mereka semua tidak ada yang bisa dianggap enteng. Tapi saya bersyukur, walau ada berapa serangan saya yang tidak dihitung waktu melawan DKI (Jakarta, Red), tetapi akhirnya saya bisa menang. Ini berkat doa masyarakat Lampung,” akunya.

Disinggung soal bonus Rp200 juta yang dijanjikan Pemprov Lampung, untuk raihan emas yang diperolehnya. Suryadi justru mengaku, bonus tidak pernah jadi masalah baginya. Ia justru lebih merasa puas ketika berhasil menyumbangkan emas untuk Karate Lampung yang telah menunggu selama 32 tahun lamanya.

“Bagi saya bisa menang itu yang utama, saya tidak pernah memikirkan soal bonus. Terpenting saya bisa mengabdi untuk provinsi Lampung dimana saya bekerja. Mendali ini saya persembahkan untuk Lampung, khususnya Lampung Barat tempat tinggal saya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Federasi Karate-do Indonesia (forki) Lampung mengaku sangat senang atas raihan mendali atlet karate Lampung. “Jika ada yang senang atas mendali ini, saya lah orang paling senang saat ini,” tuturnya.

Ia mengungakapkan, cabor karate Lampung terakhir kali meraih mendali emas pada 32 tahun silam. Tepatnya, pada PON Jakarta di tahun 1984. Suryadi sendiri telah dipersiapkan untuk meraih mendali emas sejak 12 tahun silam, dimana pertama kali Suryadi mengikuti PON di Kalimantan Timur.

“Ini penantian yang sangat panjang untuk karate Lampung. 32 tahun lamannya, dan alhamdulillah tahun ini kit berhasil membawa emas,” tuturnya.

Sayangnya, keberhasilan Suryadi tidak diikuti oleh adik kandungnya, Ida Seridevi, yang bermasin pada kumite -55 kilogram. Meski telah berhasil melewati babak penyisihan dan menang dari kontinge Sulawesi Selata atas nama Marini, dengan poin 5 – 1.

Ida, kemudian harus menyerah pada babak selanjutnya ketika melawan wakil Jawa Tengah, atas nama Desi Susanti dengan poin 3 – 4.

 

(JPNN.com)