oleh

Jokowi Belum Puas untuk Satu Hal Ini

-News-98 views

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Presiden Joko Widodo menginginkan citra Indonesia semakin positif di komunitas internasional.

Menurut pria yang akrab disapa Jokowi itu, sebagai bangsa, Indonesia belum memiliki imej bangsa yang memiliki nilai jual di mata internasional.

“Sebagai negara besar, Indonesia harus mempunyai citra, harus mempunyai reputasi yang positif di dunia internasional. Kita harus segera mengambil langkah-langkah yang kongkrit dalam rangka memperkuat citra positif Indonesia di dunia internasional,” ujarnya dalam rapat di kantor kepresidenan, hari ini.

Jokowi menilai, masing-masing kementerian sudah berupaya membangun imej bangsa di dunia internasional. Namun, koordinasi antarkementerian masih minim. Alhasil, hasilnya kurang maksimal.

“Misalnya, Kemendag mengangkat slogan remarkable Indonesia, kementerian pariwisata mengusung wonderful Indonesia. Demikian pula dalam promosi investasi BKPM. Akibatnya,  strategi membangun citra positif Indonesia di mata dunia internasional cenderung terpisah pisah cenderung terkotak-kotak dan berjalan sendiri sendiri,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia menginginkan ada satu branding yang merepresentasikan ciri khas bangsa. Pasalnya, jelas Presiden, nation branding akan efektif untuk meningkatkan daya saing negara.

Baik di bidang investasi, perdagangan, pariwisata. Nation branding juga bisa digunakan sebagai instrumen kekuatan lunak atau soft power dalam membangun hubungan dengan dunia luar dan alat diplomasi.

“Kita lakukan konsolidasi sehingga mampu nanti bersaing dengan negara negara yang lain. Saya juga minta soft power diperkuat melalui diplomasi kebudayaan kuliner Indonesia dan promosi olah raga. Saya ingatkan bahwa membangun nation trending bukan sebatas membuat logo atau slogan,” pungkasnya.

 

(JPNN.com)