Bill Murray Dapat Kejutan dari Komedian Hollywood

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Di usianya 66 tahun, aktor Bill Murray tidak menduga akan menerima penghargaan khusus atas kiprahnya sebagai komedian. Apalagi penghargaan dari John F. Kennedy Centre tersebut diberikan komedian top dan aktor Hollywood kelas atas, dan dianggap sebagai penghargaan tertinggi bagi komedian.

“Saya bingung dan berasa sedang diamuk badai,” ujarnya lugas saat menerima Mark Twain Prize for American Humor, di Kennedy Centre, Washington, AS seperti dikutip dari AFP.

Penghargaan serupa sebelumnya pernah diterima Whoopi Goldberg, Tina Fey, Jay Leno dan tahun lalu Eddie Murphy.

Aktor yang bermain dalam film ‘Caddyshack’ dan ‘Lost in Translation’ itu lalu dengan riangnya menyerahkan tropi kepada audiens untuk membaginya dengan yang lain hingga kembali lagi ke tangannya.

Penghargan tersebut diberikan langsung oleh komedian Aziz Ansari, Bill Hader, David Letterman dan Jimmy Kimmel. Saat berada di atas panggung, mereka juga saling berbagi anekdot dan becandaan satu sama lain.

“Dia telah berkeliling dunia menyebar kebahagian, yang membuat banyak orang tertawa di manapun ia berada,” ujar Kimmel.

Murray terkenal dengan tingkhanya yang unik dan aneh. Ia pernah membuat kekacauan dalam sebuah pertandingan olahraga di New York pada 2012 atau tiba-tiba muncul dalam foto pertunangan pasangan tak dia kenal di South Carolina.

Malam penyerahan penghargaan diramaikan penyanyi Miley Cyrus yang bersama Paul Shaffer memberi tribut musikal untuk Murray. Sementara aktris Sigourney Weaver dan Emma Stone mengungkapkan kenangan mereka selama berakting bersama Murray.

Rekam jejak

Murray menanjak populer pada 1977 ketika ia muncul di Saturday Night Life  (SNL) sebelum kemudian mendapat peran utama dalam film Meatballs yang hit pada 1979.

Setahun setelahnya, Murray berhenti dari SNL dan dalam dua dekade setelahnya tetap berkiprah sebagai komedian besar di Hollywood, di antaranya Caddyshack (1980), Ghostbusters (1984) dan Groundhog Day (1993).

Dalam beberapa tahun terakhir, peran Murray lebih serius, antara lain film yang disutradarai Wes Anderson, berjudul Rushmore (1998). Ia pernah masuk nominasi Oscar lewat film Lost in Translation yang disutradarai Sofia Coppola.

Lahir 1950 di pedesaan Chicago, Murray anak kelima dari sembilan bersaudara. Ia pertama kali terjun ke dunia komedi ketika mengikuti jejak kakaknya Brian Doyle-Murray dalam komedi di Second City.

“Salah satu alasan saya menjadi komedian, adalah karena kakak saya,” ujar Murray menyampaikan kesan usai menerima penghargaan di hadapan audiens.

Mark Twain Prize merupakan penghargaan bergengsi tahunan yang pertama kali diberikan pada Richard Pryor di 1998. Penghargaan tersebut diberikan untuk komedian yang sukses dalam menyampaikan komentar sosial dalam komedi yang disampaikannya.

 

(CNN INDONESIA.com)