oleh

Bupati Inhil Kecewa Pejabat Enggan Ikuti Kegiatan Ramadan

SALISMA.COM (SC), TEMBILAHAN – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Muhammad Wardan mengaku kecewa oleh tingkah sejumlah pejabat di daerah itu karena enggan hadir mengikuti kegiatan Pesantren Kilat dalam mengisi Bulan Suci Ramadan 1438 H.

Pada kegiatan pesantren kilat yang digelar oleh TP PKK Kabupaten Inhil dan sejumlah organisasi wanita lainnya di Masjid Al-Huda, Minggu (11/6/2017) tampak jelas sikap pejabat di lingkungan Pemkab Inhil berbanding terbalik dengan kerja keras Bupati Muhammad Wardan yang kerap tampil aktif dan energik demi kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Saya kecewa kalau yang hadir sedikit sekali. Itulah, diajak untuk hal yang baik saja susah, siapa yang mau dicontoh,” ujarnya dengan raut wajah kecewa.

Padahal, selain sebagai syiar agama Islam, melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat lebih meningkatkan silaturrahmi dan kebersamaan, khususnya dalam upaya membangun dan memajukan Negeri Seribu Parit itu.

Pada kesempatan itu, Wardan yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina TP PKK Kabupaten Inhil tampak melakukan absensi secara langsung terhadap para pejabat eselon yang terlihat hadir.

Berdasarkan absensi yang dilakukan, diketahui pejabat eselon yang hadir saat itu hanya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Bagian Hukum Sekretaris Daerah (Setda) beserta Sekretaris, serta Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu. Pejabat eselon lainnya, tidak diketahui keberadaannya.

“Jika diikutkan rasa capek, saya juga capek. Kemarin baru menghadiri acara di Pekanbaru, setelah shalat Ashar kembali berangkat pulang ke Tembilahan untuk menghadiri acara di Masjid Al Huda Tembilahan setelah usai shalat subuh tadi dan lanjut sampai siang ini,” paparnya.

Selanjutnya, besok juga dijadwalkan akan menghadiri kegiatan-kegiatan yang lainnya di berbagai tempat. “Ini untuk koreksi dan evaluasi kita,” tegasnya.

Ketidakhadiran para pejabat eselon di berbagai kegiatan ini, diakui Bupati Wardan akan menyulitkannya untuk memberikan instruksi dan arahan terkait persoalan-persoalan yang kadang ditemukan secara langsung di lapangan

Dicontohkannya, seperti keinginannya untuk mendapatkan data-data yang benar dan akurat tentang jumlah serta keberadaan anak yatim piatu yang ada di seluruh wilayah di Kabupaten Inhil.

“Bukan mereka (anak yatim piatu) yang ada di Panti Asuhan saja, tapi seluruhnya. Harus didata by name by address-nya, saya perlu data ini, karena sudah menjadi kewajiban Pemerintah untuk memperhatikan mereka, bukan hanya di bulan Ramadan saja, tapi juga di bulan-bulan lainnya,” terangnya.

Bahkan diakuinya, hingga memasuki tahun keempat kepemimpinannya, ia belum juga mendapatkan data-data yang dibutuhkan tersebut. Meskipun, sebelumnya sudah diberikan instruksi kepada seluruh camat, lurah dan kepala desa hingga pihak terkait lainnya. (*)