oleh

Bulog Siapkan Lima Ton Daging Beku untuk Operasi Pasar di Pekanbaru

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau dan Kepulauan Riau mengajukan ke pusat sebanyak lima ton daging kerbau beku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pekanbaru menyambut Ramadan dan Idulfitri 1438 Hijriah atau Mei-Juni 2017 Masehi.

“Permintaan sudah kami ajukan ke Bulog pusat sebesar lima ton saat ini masih dalam proses,” kata Humas Divre Bulog Riau Kepri Hendra Gunafi, Rabu (26/04/2017).

Menurut Hendra, daging kerbau beku ini akan dijual dalam operasi pasar di Pekanbaru untuk memenuhi dan menetralisir harga saat terjadi gejolak menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Dia menilai setiap menyambut Ramadan dan Idulfitri selalu terjadi gejolak harga daging sapi di Pekanbaru. Bahkan, tahun lalu dipasarkan Rp 130.000 per kilogram.

“Daging kerbau beku lima ton ini masih tahap awal. Kami akan lihat respons pasar dulu terhadap daging kerbau asal India ini,” katanya.

Hendra mengakui semula pengajuan pengadaan daging kerbau beku ini dilakukan sejak awal 2017 dengan total 10 ton. “Namun hanya disetujui lima ton daging kerbau beku,” katanya lagi.

Selanjutnya untuk proses distribusi, Bulog pusat sedang melakukan proses pengemasan. “Kami sudah koordinasikan dengan pusat, kabarnya daging tersebut masih dalam proses pengemasan dan akan dikirim ke Riau sebelum Ramadan,” ujarnya pula.

Menurut Hendra, pengiriman daging kerbau itu nantinya akan menggunakan jalur darat dan dikemas dalam “cold storage” untuk menjaga kesegaran daging tersebut.

“Mudah-mudahan minggu depan daging sudah sampai. Sedangkan untuk harganya masih dibicarakan, Insya Allah harga daging ini jauh lebih murah dari harga daging di pasaran,” ujar dia lagi.

Berkaitan distribusi daging itu untuk kabupaten/kota lainnya di wilayah kerja Bulog Riau-Kepri, ia menerangkan masih melihat pangsa pasar. Menurutnya, Pekanbaru akan jadi tolok ukur lebih dulu.

Selain itu, katanya lagi, erat kaitannya dengan sistem penyimpanan daging kerbau beku tersebut saat proses distribusi hingga kabupaten/kota. (*)