oleh

DPW Permata Riau Wadahi Eks Trasmigran

-News-47 views

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Pengurus DPW Perkumpulan Masyarakat Transmigrasi (Permata) Provinsi Riau periode 2017-2022 dikukuhkan oleh ketua DPP organisasi itu di Hotel Ratu Mayang Garden, Sabtu (29/4). Pelatikan itu dihadiri sejumlah pejabat daerah, perwakilan Polda, Danrem dan Danlanud. Serta Staf Kantor Kepresidenan RI.

Pelantikan pengurus Permata Riau Sabtu siang ditandai dengan penyerahan pataka organisasi dari Ketua DPP Pertama kepada Ketua DPW Permata Riau. Selanjutnya satua per satu pejabat terkait memberi sambutan dan diakhiri dengan foto bersama.

Ketua DPW Permata Riau, Suroto ST MT mengatakan, munculnya organisasi Permata sebagai upaya menyatukan para transmigrasi tersebar di seluruh Indonesia dalam satu wadah silaturrahmi. Terutama di Riau yang juga banyak terdapat masyarakat transmigrasi.

“Keberadaan masyarakat transmigrasi di Riau tidak lagi dianggap sebagai pendatang karena sudah berbaur dengan masyarakat. Transmigrasi di Riau berhasil membuka daerah terisolir sehingga meratanya pembangunan,” ujar Suroto dalam sambutannya.

Lebih lanjut Suroto menyebutkan, keberadaan warga transmigrasi di Riau sudah berlangsung sejak zaman penjajahan Belanda. Namun ketika itu tidak disebut transmigrasi melainkan sebagai pekerja paksa. Kemudian usai kemerdekaan, gelombang transmigrasi terus berlanjut sehingga daerah-daerah terisolir di Riau berhasil dibuka dan dibangun.

“Kami sudah membaur dengan masyarakat tempatan. Sehingga tidak ada lagi istilah pendatang. Karena masyarakat transmigrasi yang ada di Riau tidak akan kembali ke daerah asalnya. Kami sudah menetap dan turut berpartisipasi dalam membangun. Dan ke depan akan terus menjadi bagian dalam mendukung program pembangunan di Riau,” tutur Suroto.

Sementara Ketua DPP Permata, Yana Achbarie mengatakan, pembentukan pelantikan pengurus Permata Riau merupakan yang ketiga. Sebelumnya sudah terbentuk dan dilantik kepengurusan
Permata Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara.

“Kami harapkan keberadaan organisasi ini memberi manfaatkan dalam mendukung program pemerintah. Karena masyarakat transmigrasi sejhak dulu memang sudah sangat membantu program pemerintah dengan membuka daerah terisolir dan turut memeratakan pembangunan,” kata Yana. (*)