oleh

PLN Titipkan Duit Ganti Rugi Lahan di Pengadilan

-Metro-36 views

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – PT PLN akhirnya menempuh jalur ganti rugi lahan dengan menitipkan uang melalui pengadilan. Hal itu terkait tidak tercapainya kesepakatan dengan pemilik lahan untuk pembangunan tapak menara transmisi program tol listrik Sumatera di lima daerah Provinsi Riau.

“Kami harus mengambil langkah konsinyasi dalam upaya pembebasan lahan itu. Konsinyasi ini kita ajukan pada bulan Mei,” kata Manager Unit Pelaksana Kontruksi Jaringan Sumatera (UPKJS) 2 Rachmat Basuki, di Pekanbaru, Selasa (02/05/2017).

Dia menjelaskan ganti rugi konsinyasi dilakukan setelah PLN melakukan mediasi dengan masyarakat, para pemilik tanah bersikukuh tidak menerima ganti rugi.

Adapun lima daerah tersebut yakni Dumai 17 titik, Rokan Hilir  dan Indragiri Hulu masing-masing tujuh titik, Indragiri Hilir 17 titik, dan Kampar 33 titik.

Rachmat menyebutkan, pembebasan lahan untuk tapak menara (tower) tol listrik di lima  kabupaten tersebut melalui mediasi dan perundingan berjalan lambat. Akibatnya, penuntasan pembangunan jaringan listrik di daerah ini pun ikut molor dari rencana.

Penyebab tak tuntasnya pembebasan lahan tersebut dikarenakan banyaknya masyarakat yang tak mau menerima ganti rugi dari PLN. Selain itu, mereka juga mematok harga selangit melebihi nilai jual tanah.

Dengan begitu, lanjutnya, proses ganti rugi lahan akan diputuskan oleh pengadilan. Di beberapa daerah, PLN telah memberikan ganti rugi setelah pengadilan memutuskan pemilik lahan harus membebaskan tanah yang mereka miliki.

“Dalam proses ini, PLN dan pemilik lahan harus mengikuti tahapan persidangan di pengadilan,” ujarnya. (*)