oleh

BPS: Kalau Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Orang Miskin di Riau Tidak Langsung Hilang

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Pertumbuhan ekonomi suatu daerah ternyata tidak berbanding lurus dengan menurunnya angka kemiskinan.
Kepala Badam Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom menjelaskan, perekonomian suatu daerah meningkat biasanya dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Dalam kasus seperti ini, orang miskin itu adalah mereka golongan terakhir yang menerima dampak pembangunan itu,” katanya, Sabtu (13/5/2017) di Pekanbaru.
Dia menjelaskan, upaya untuk mengurangi angka kemiskinan sebaiknya tidak dengan cara pemberdayaan melalui program yang bersifat umum, tapi harus menyisir satu persatu personalnya.
Langkah seperti ini, menurut Gultom jauh lebih efektif ketimbang menghamburkan uang untuk program yang bersifat umum semata.
Kekeliruan pemerintah selama ini, beranggapan bahwa masalah infrastruktur atau akses rumit menjadi penyebab mengapa angka kemiskinan meningkat terutama di daerah pedalaman.
Padahal, infrastruktur hanya menjadi salah satu dari sekian banyak faktor lain yang menyebabkan angka kemiskinan bertambah. Namun demikian, infrastruktur juga dianggap perlu sebagai salah satu penunjang.
“Memang benar, kalau infrastruktur itu bagus maka akan memberi dampak terhadap perbaikan ekonomi suatu daerah. Namun demikian bukan berarti itu menjadi indikator bahwa masyarakat miskin berkurang,” tambahnya.
Saat ini, data sementara bahwa angka masyarakat miskin di Riau mencapai 7%. Data ini terhimpun di Dinas Sosial Provinsi Riau. Masyarakat dengan kategori miskin itu tergabung dalam beberapa bagian dan kelompok masyarakat.(Sc3)