oleh

Warga Minta Dua RTH di Pekanbaru Segera Dibuka

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Kendati selesai dibangun pada tahun lalu, namun hingga saat ini keberadaan dua ruang terbuka hijau (RTH) di Jalan Ahmad Yani (eks Kantor PU) dan Jalan Sudirman (eks Taman Kaca Mayang) masih dalam kondisi ditutup.

Sejumlah warga yang haus dengan taman bermain di kota berharap agar RTH tersebut segera dibuka kembali. “Dulu pas dibuka sebentar, setiap akhir pekan bawa keluarga ke RTH di Jalan Ahmad Yani itu. Sekarang sudah ditutup, nggak ada alternatif lain untuk tempat bersantai lagi,” ujar Mahdi, warga Rumbai Pekanbaru, Rabu (17/05/2017).

Menurut Mahdi, selama buka akhir tahun 2016, anaknya kerap mengajak untuk bermain di taman yang juga tempat berdirinya Tugu Integritas. Peresmian Tugu Integritas itu dilakukan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo pada 10 Desember 2016 lalu.

RTH di Jl Ahmad Yani dibangun bersamaan dengan RTH di Jl Jenderal Sudirman. Pemprov Riau menganggarkan dana Rp 8 miliar dari APBD 2016 untuk kedua pembangunan RTH tersebut. Berbeda dengan taman di Jl Ahmad Yani, ruang terbuka hijau yang menempati bekas lahan Taman Putri Kaca Mayang di Jl Jenderal Sudirman hingga kini malah belum pernah difungsikan sama sekali.

“Yang di Kaca Mayang sampai sekarang belum buka, padahal masyarakat sangar berharap segera difungsikan biar ada tempat santai,” ujar Mahdi.

Apalagi sebentar lagi datang bulan Ramadhan. Biasanya banyak warga yang ingin menghabiskan waktu sore, menanti waktu berbuka, bersama keluarga di ruang terbuka hijau. Seperti selama ini mereka lakukan di halaman Masjid Agung An Nur dan Taman Caltex. Begitu pula dengan taman-taman lainnya.

“Heran juga kenapa sampai sekarang belum dibuka, memangnya dibangun untuk ditutup begitu saja ya,” ujar Yuli, warga Pekanbaru lainnya.

Yuli mengatakan keberadaan ruang terbuka hijau sangat diperlukan. Selain menjadi paru-paru kota, juga menjadi tempat bersantai warga. Sebagai alternatif, juga gratis, dibanding pergi ke mal atau pusat perbelanjaan.

Mengenai kurangnya kesadaran warga menjaga kebersihan taman atau ruang terbuka hijau lainnya, ia mengatakan, “Kalau itukan tinggal dikelola. Buktinya daerah lain bisa dengan menyediakan pengelola. Sekarang ini yang ditanyakan, apakah pemerintah kota serius menyediakan taman hijau bagi warganya.”

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Provinsi Riau Dadang Eko Purwanto menjelaskan, saat ini kedua RTH yang dibangun tahun lalu itu masih belum diserahkan ke pemerintah provinsi.

“Masih dalam pemeliharaan oleh rekanan (pelaksana proyek pembangunan RTH),” ujar Dadang.
Menurut Dadang, paling lambat akhir Juni akan diserahkan pihak kontraktor ke Pemprov Riau. Selanjutnya Pemprov akan menyerahkan ke Pemko Pekanbaru untuk dikelola.

“Kalau gambarannya, memang pengelolaannya diserahkan ke Pemko. Sesuai keinginan Pak Gubernur, harus ada pengelolanya,” jelas Dadang. (*)