oleh

Hj. Zulaikhah Wardan : Tidak semua ibu bekerja menyebabkan anak merasa tidak diperhatikan.

INDRAGIRI HILIR – Rakon PKK tingkat provinsi Riau dilanjutkan . Dalam kelanjutan Rakon tersebut ada 5 narasumber yang menyampaikan materi sesuai bidang masing-masing.
Materi pertama ialah mengenai Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) oleh Abraham Raubun B.Sc, S.I.Kom dari pokja 1 TP PKK pusat. Ia memaparkan bahwa pola asuh anak dilakukan dengan membina anak dan remaja.
“Bila pembinaan anak dan remaja baik maka kelak ia akan menjadi generasi yang baik. Dengan perkembangan teknologi yang pesat hendaknya pergunakan sisi baik dari teknologi tersebut”, ungkapnya.
Menurut Abraham, salah satu faktor penyebab penyimpangan dan kenakalan anak dan remaja ialah kurangnya perhatian terhadap anak dari Ibu yang bekerja.
Menanggapi hal tersebut, Hj. Zulaikhah Wardan selaku ketua TP PKK Inhil berpendapat bahwa tidak semua ibu bekerja menyebabkan anak merasa tidak diperhatikan.
“Saya juga seorang Ibu yang bekerja, namun tidak berarti anak-anak saya merasa tidak diperhatikan. Yang paling penting penting adalah kualitas komunikasi dengan anak. Kemudian menanamkan pendidikan agama”, tutur Ikha, sapaan akrabnya.
Intinya di dalam PAAR ini adalah pokja 1 tidak bekerja sendiri melainkan bekerjasama dengan semua pokja. Untuk membentuk karakter anak yang baik, makaJa pendikan agama adalah pendidikan yang paling penting. Sebagai orangtua, sudah semestinya untuk selalu mengawasi anak-anak dalam mengakses teknologi. Komunikasi dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal.
“Tanamkam juga nilai-nilai luhur yang tertera dalam UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika karena negara kita merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, tutup Abraham.
Materi selanjutnya ialah Urgensi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Penanaman Cabai di Pekarangan oleh Adry Nelson dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau. Menurutnya masalah potensi yang dimiliki masyarakat saat ini terletak pada anggapan sepele dari masyarakat mengenai khasiat dari suatu tanaman.
Kemudian materi tentang program nasional IVA test dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu Akibat Kanker Leher Rahim/ Serviks disampaikan oleh Ryn Yusniantari dari pokja IV PKK pusat. Ia menjelaskan bahwa kanker serviks itu muncul karena adanya virus, oleh sebab itu virus ini bisa dilemahkan dengan vaksinasi.
“Jumlah kematian karena kanker serviks ini masih tinggi. Menurut para ahli kanker serviks ini adalah kanker yang bisa dicegah dan bisa disembuhkan. Penyebabnya adalah virus HPV”, ujarnya.
Ada berbagai faktor penyebab dari penyakit berbahaya ini, di antaranya adalah melahirkan banyak anak, terinfeksi dari penyakit hubungan seksual, berganti pasangan/ pasangannya yang suka berganti-ganti pasangan. Oleh sebab itu temuan dini bisa menyelamatkan nyawa bagi orang yang terinfeksi dan terhindar dari penyakit yang lebih berat.
Materi berikutnya ialah Mekanisme Pengelolaan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif oleh Tresnawati dari BKKBN Provinsi Riau.
Lalu ada Community TB, HIV Care of ‘Aisyiyah oleh Hj Yusminar. Terkait hal tersebut, Ikha Wardan menyampaikan bahwa ada sebanyak 240 kasus dan sekitar 19% mengenai TB.
“Ini cukup memprihatinkan bagi warga di daerah kami yang terkena TB”, ucapnya.
Ikha juga menyayangkan sebab pihaknya tidak mendapat informasi mengenai ‘aisyiyah tersebut. “Kami belum ada mendapat informasi mengenai ‘aisyiah ini. Semoga dengan adanya organisasi ini, kasus tentang TB dan HIV bisa ditanggulangi”, harap Ikha. (Advetorial)