oleh

Warga Kurang Mampu di Perbatasan Riau Dibangunkan Rumah Khusus

SALISMA.COM (SC), PEKANBARU – Pemprov Riau melalui dana APBN akan membangun rumah susun sewa (rusunawa) di tiga kabupaten untuk menampung warga yang tidak memiliki rumah. Tiga lokasi rusunawa tersebut berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Siak dan Bengkalis.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Provinsi Riau Muhammad Amin mengatakan, setelah dibangun pengelolaan akan diserahkan kepada kabupaten yang memiliki lahan tersebut.

Pembangunan rusunawa ini solusi bagi warga miskin yang belum memiliki rumah. “Ini dibangun menggunakan anggaran APBN melalui perjuangan kita ke pusat. Ini juga merupakan solusi bagi masyarakat miskin yang tidak memiliki rumah,” ujar Muhammad Amin, Jumat (22/12).

Amin menambahkan, rusunawa ini merupakan perdana dibangun untuk Provinsi Riau dan mendapatkan jatah tiga bangunan. Diperkirakan satu bangunan itu bisa menampung 80 sampai 100 kepala keluarga.

“Untuk teknisnya pengelolaan rusunawa kemungkinan kabupaten kota yang memiliki skema pengelolaan. Yang jelas masyarakat tidak punya rumah diperlukan,” tutur Amin.

Selain pembangunan rusunawa, Pusat juga membangun rumah khusus di Riau, dimana tahun 2017 sudah dimulai pembangunannya di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan memulai pembangunan 100 unit rumah khusus dalam satu lokasi.

“Program ini merupakan sinergi Kementerian PUPR dan Perikanan Kelautan serta Kementerian Kemaritiman. Sasarannya bagi kalangan masyarakat kurang mampu di perbatasan, “ujar Amin.

Dimana untuk Meranti sudah diresmikan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Kamis (21/12) lalu dengan penandatanganan Prasasti pemakaian rumah khusus 100 unit di satu komplek tersebut.

“Tahun 2018 mendatang ini kita kebagian juga pembangunan Rumah Khusus daerah perbatasan sebanyak 50 unit di Rokan Hilir. Ini juga berkat perjuangan pak Gubernur ke pusat,” ujar Amin.

Selain dua program tersebut, ada juga Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi kalangan kurang mampu juga dari APBN. Dimana tahun 2016 sudah diserahkan kepada 2.500 penerima di Riau.

“Untuk tahun 2018 sendiri ada 3000 jatah bagi Riau untuk menerima BSPS. Realisasi akan lebih cepat dimulai tahun mendatang,” ujar Amin. (*)