oleh

Antisipasi Bencana 2025, Pemprov Jabar Gelontorkan Rp200 Miliar dari BTT

SALISMA.COM, BANDUNG – PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran kedaruratan bencana sebesar Rp200 miliar melalui Belanja Tak Terduga (BTT) di APBD Perubahan 2025. Dana ini akan digunakan untuk penanganan bencana sekaligus memperkuat mitigasi melalui pengadaan alat berat dan perlengkapan kebencanaan yang selama ini dinilai masih kurang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan anggaran tersebut siap digunakan kapan saja, baik untuk respons langsung saat bencana maupun langkah antisipatif. “Anggaran tanggap darurat itu ada di BTT. Itu ready untuk digunakan kapan saja dan di mana saja, bukan hanya saat bencana, tetapi juga untuk antisipasi dan mitigasi,” ujarnya di Gedung Sate, Bandung, beberapa waktu lalu.

Herman mengakui, hingga kini Jawa Barat masih kekurangan alat berat dan perlengkapan mitigasi lainnya. Karena itu, Pemprov Jabar mendorong percepatan pengadaan peralatan melalui anggaran BTT agar penanganan bencana dapat berlangsung cepat dan optimal.

“Diharapkan ini bisa dimanfaatkan apabila ada bencana. Dengan alat yang memadai, penanganan bisa cepat. Pak Gubernur juga sudah mengarahkan agar secepatnya melengkapi alat berat,” katanya.

Saat ini, Jawa Barat menetapkan status siaga darurat hingga tahun depan. Herman berharap kesiapan anggaran dan kesiapan peralatan dapat meminimalisir dampak yang muncul. Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota menyiapkan cadangan anggaran untuk penanganan bencana di wilayahnya masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan alat berat yang memadai dan perlengkapan penanganan bencana yang lengkap, semua bencana di Jawa Barat bisa ditangani cepat. Kita berharap tidak ada bencana, tapi kalaupun terjadi, kami siap,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rencana pembelian radar pendeteksi bencana untuk memperkuat sistem mitigasi di wilayah Jabar. Radar tersebut akan dioperasikan oleh BMKG Stasiun Geofisika Bandung dan ditargetkan dapat diwujudkan pada tahun 2026.

“Karena selama ini kita tidak punya radar pendeteksi bencana. Jadi di 2026, Pemda Jabar akan memiliki radar,” ujar Dedi.***