oleh

Jabar Keluar dari Pola Lama, Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Nasional: Dedi Mulyadi Targetkan PDRB Rp4.000 Triliun

SALISMA.COM, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Barat kini “keluar dari kebiasaan”, karena mampu melampaui rata-rata nasional. Hal tersebut ia sampaikan dalam Economics 360° Roundtable Discussionsbertema “Jabar untuk 8 Persen Ekonomi – Menuju Indonesia Emas 2045” di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (19/11/2025).

Menurut Dedi, capaian ini menunjukkan percepatan ekonomi Jabar mulai terasa, didorong oleh penguatan investasi dan pembangunan infrastruktur.

“Kalau melihat data yang disajikan Kepala BPS RI tadi, Jawa Barat keluar dari kebiasaan. Dulu pertumbuhan ekonominya selalu di bawah rata-rata nasional. Hari ini kita sudah di atas nasional,” ujar Dedi.

Berdasarkan data BPS RI, Jawa Barat mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp2.823 triliun. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan kenaikan signifikan hingga Rp4.000 triliun dalam lima tahun ke depan—sebuah lonjakan yang membutuhkan akselerasi kebijakan dan investasi yang lebih agresif.

Menurut Dedi, peningkatan investasi yang saat ini sedang berlangsung akan mulai memberikan dampak ekonomi pada akhir 2026.

“Buahnya akan terlihat di 2026 akhir. Rekrutmen tenaga kerja dimulai, produksi baru lahir, angka pertumbuhan naik. Ditambah pembangunan infrastruktur yang sekarang berjalan juga akan dirasakan di 2026,” katanya.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam menyusun strategi ekonomi Jabar ke depan.

“Data yang akurat diperlukan untuk memetakan sumber pertumbuhan dan merumuskan strategi pencapaian PDRB Rp4.000 triliun,” ujar Amalia.

Founder The Economics 360 & Runway Project Indonesia, Poppy Zeidra, menjelaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk merangkai gagasan lintas pemangku kepentingan.

“Economics 360 menjadi wadah merumuskan langkah percepatan ekonomi Jawa Barat secara terukur dan berbasis data,” katanya.

Forum tersebut melibatkan OJK, Bank Indonesia, Pemprov Jabar, Bank BJB, HIPMI, akademisi, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut diarahkan untuk:

  • memperkuat ekosistem investasi,

  • mendorong UMKM naik kelas,

  • membuka pasar kerja baru, dan

  • memastikan pertumbuhan ekonomi Jabar menuju target 8 persen sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.***