SALISMA.COM – Kebakaran Merapi Ungup-Ungup membuat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menutup seluruh aktivitas di kawasan Kawah Ijen. Penutupan diberlakukan mulai Jumat, 4 September 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebakaran hutan dan lahan tersebut pertama kali terjadi di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (3/9/2026). Api terus bergerak hingga mengancam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.
Keputusan penutupan tertuang dalam surat pengumuman bernomor PG.2245/K.2-BIDTEK/KSA.04.01/B/9/2026. Surat tersebut ditandatangani Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember Purwantono mengatakan kebijakan itu berlaku menyeluruh. Tidak hanya wisatawan, seluruh kegiatan di kawasan TWA dan Cagar Alam Kawah Ijen juga harus dihentikan selama penutupan diberlakukan.
“Berlaku bagi semua pengunjung dan semua aktivitas di TWA dan CA Kawah Ijen,” kata Purwantono, Jumat.
Penutupan total diterapkan ketika petugas masih berupaya mengendalikan kebakaran. Langkah tersebut memberikan ruang bagi tim gabungan untuk menangani titik api sekaligus mencegah pengunjung memasuki kawasan yang berisiko.
Proses pemadaman melibatkan petugas dan relawan dari berbagai unsur. Purwantono menyebut tim yang turun mencakup TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, pihak yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata, serta unsur lainnya.
“Melibatkan semua pihak. Di antaranya TNI/Polri, BPBD setempat, relawan, pihak terkait dengan pariwisata, serta unsur lainnya,” ujar Purwantono.
Petugas berupaya memadamkan api agar tidak merembet lebih jauh. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan kawasan pegunungan serta keselamatan seluruh personel yang bekerja di lapangan.
Kebakaran dilaporkan terus bergerak setelah terpantau di kawasan Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup. Api yang semula dicegah agar tidak menjalar akhirnya memasuki kawasan TWA Kawah Ijen.
BBKSDA Jawa Timur belum menentukan jadwal pembukaan kembali Kawah Ijen. Seluruh kunjungan dan aktivitas tetap dihentikan sampai ada keputusan lanjutan berdasarkan perkembangan penanganan kebakaran di lapangan.

