Bukan Soal Menaklukan Alam, Wijayanto Sebut Pendakian Itu tentang Ketenangan

SALISMA.COM (SC) – Ketika melakukan pendakian jangan pernah berpikir untuk menaklukan alam. Ingatlah bahwa alam tak akan pernah bisa ditaklukan.

Hal itu diungkapkan oleh Wijayanto Prabu, selaku Divisi Diklat Profesi Mapala UMRI kepada Salisma.com, Jumat (21/9/2018). Menurutnya, ketika mendaki gunung maka ketenangan jiwa yang selama ini terganggu oleh aktivitas dan masalah sehari hari dapat terobati.

“Jadikanlah pendakian sebagai ajang untuk mengenal batas diri kita dan bukan sebagai ajang gagah-gagahan diri,” ungkapnya.

Ketenangan dan perjalanan selama pendakian yang dirasakan sebutnya, dapat membuat seseorang belajar pada alam akan arti kehidupan sebenarnya. Dia meyakini bahwa ciptaan tuhan tidak akan pernah terbayar dengan seberapa pun jumlah uang.

Wijayanto sebut, inspirasi yang didapat setelah melakukan pendakian lebih kepada motivasi diri untuk selalu bersyukur dan semangat menjalani aktivitas sehari-hari.

”Ada dua jenis pendaki, pemula dan sudah terbiasa. Pemula membutuhkan latihan fisik, mental, setidaknya satu minggu sebelum mendaki dan tak lupa tidur teratur dan makan yang cukup. Perispaan peralatan juga safety untuk melindungi diri sendiri sebagaimana diri kita nyaman di alam dan juga jangan terlalu berlebihan,” terangnya.

Menurut Wijayanto, sangatlah tidak bijaksana apabila dalam pemikiran seorang pendaki masih berpikir untuk menaklukkan gunung yang dituju.

”Pendakian mengandung makna tersendiri. Karena tidak setiap di dunia ini bisa melihatnya dan pendakian ke gunung itu memiliki keunikan tersendiri, ketenangan dan inspirasi menjadi pencapaian batas diri,” pungkasnya.

“Sampai ke puncak gunung ialah bonus. Keselamatan yang terpenting,” pungkasnya. (Smg1)