Rohil Miliki Potensi Pertanian

SALISMA.COM (SC) – Kabupaten Rokan Hilir dengan Ibu Kota Bagan Siapiapi terletak di sebelah timur Sungai Rokan. Daerah ini memiliki iklim tropis dengan jumlah curah hujan 1.808,5 mm/tahun dan temperatur udaranya berkisar pada 24 derajat – 32 derajat Cecius.

Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Februari sampai dengan bulan Agustus. Sementara musim hujan terjadi pada bulan September sampai Januari dengan jumlah rata-rata hujan 69 hari, curah hujan tertinggi adalah di Kecamatan Bangko, yaitu 2.710 mm/tahun dan curah hujan terendah di Kecamatan Tanah Putih dengan jumlah 1.443,8 mm/tahun.

Lebih dari 50 persen ekonomi kabupaten ini berasal dari sektor pertanian, khususnya dari bagian sektor perkebunan, perikanan, tanaman pangan dan kehutanan. Sektor lain yang memberikan kontribusi besar adalah perdagangan, hotel dan restoran, khususnya pada sektor perdagangan.

Rohil yang memiliki areal persawahan dan tanah yang begitu luas serta subur, sangat berpotensi untuk menjadi kabupaten penghasil beras. Melalui Pemerintah, Kabupaten Rohil terus menggesa dalam mengejar target Pemerintah Pusat untuk menuju Indonesia Swasembada pangan.

Target Pemerintah Pusat dalam mewujudkan swasembada pangan 2017 mendapat respon dari Pemda Rohil. Meski saat ini kebutuhan pangan masih harus impor, tapi Pemkab Rohil berkomitmen untuk meningkatkan jumlah hasil panen padinya serta jumlah areal lahan pertanian padinya.

Adapun beberapa langkah yang dilakukan Pemda Rohil salah satunya, belum lama ini Pemkab Rohil bersama DPRD Rohil telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Lahan Pertanian sebagai bentuk keseriuasan pemerintah untuk meningkatkan kabutuhan pangan.

Dengan adanya Perda Perlindungan Lahan Pertanian ini sebagai suatu langkah maju bagi Pemkab Rohil untuk mempertahankan lahan pertanian pangan. Namun tidak sampai disitu saja, langkah ini akan diiringi lagi dengan Perbup yang diantarnya ada kewajiban pemerintah untuk memberikan intensif kepada petani dan kewajiban petani untuk meningkatkan produktifitasnya.Selain itu kewajiban petani tidak mengalihfungsikan lahannya. Sehingga kewajiban pemerintah bagaimana kedepan lahan yang dimiliki petani menjadi produktif.

Langkah berikutnya, pemerintah akan membuat Perbub yang isinya penetapan lahan mana saja yang harus dilindungi, dan insentif apa yang akan diberikan kepada petani. Antara lain, sarana prasarana harus dilengkapi, serta masalah harga juga harus ditangani.

Dukungan Pemerintah Terhadap Pertanian
Bupati Rohil H Suyatno mendukung secara penuh adanya program peningkatan hasil pangan. Bahkan dia berharap, hasil produksi pertanian yang melimpah, khususnya untuk hasil panen padi, akan menjadikan Kabupaten Rohil merupakan salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi Riau.

Suyatno sangat bangga atas jerih payah para petani, pejuang pangan yang bekerja keras menanam padi sehingga produksi alami peningkatan. Bupati menegaskan, komitmen pemerintah untuk tidak akan lagi mengimpor beras hal ini harus didorong dengan meningkatnya produksi padi. Untuk itu dia meminta kepada para petani agar mampu menaikkan produksi padi dan memperluas lahan pertanian.

“Terkait apa yang menjadi sasaran dan kebutuhan petani, nanti melalui dinas pertanian segera diusulkan. Kami juga harapkan pemerintah pusat dan pemprov untuk membantu,” ungkap nya.

Peningkatan Produksi Padi

Pada tahun 2007 Rokan Hilir memiliki luas tanaman padi adalah 42.711 ha yang terdiri dari padi sawah dan padi ladang. Sedangkan produksinya 151.34533 ton yang terdiri dari padi sawah 151.01733 ton dan padi ladang 328 ton. Sedangkan luas panen tanaman pangan lainnya hanya 441 persen dari total luas panen 2061 ha dengan produksi 8564.88 ton, sedangkan produksi tanaman buah-buahan 6712.78 ton.

Dari sisi produksi tanaman bahan makanan tertinggi adalah jenis tanaman padi 145.71256 ton terdiri dari padi sawah 145.28856 ton dan produksi padi ladang 42400 ton. Selanjutnya ketela pohon 3.69327 ton dan produksi kedelai 2.40206 ton.

Sementara untuk jenis tanaman pangan lainnya kurang dari satu persen. Tanaman padi sawah relatif tersebar di 11 kecamatan dengan luas panen tertinggi pada kecamatan Bangko 14.888 ha (51.11022 ton) pada posisi (02 15′ 538″ LU dan 100 51′ 593′ BT) Rimba Melintang 8.836 ha (30.13420 ton) pada posisi.01 49′ 188″ LU dan 100 59′ 452″ BT dan Kubu 8.532 ha (27.67132 ton)pada posisi 02 05′ 474″ LU dan 100 37′ 383″ BT Sementara delapan kecamatan lainnya kurang dari 3.000 ha dengan produksi kurang dari 11.000 ton.

Sementara untuk padi ladang hanya terdapat di Kecamatan Bagan Sinembah 212 ha dengan produksi 424.00 ton berada pada posisi Tanaman Jagung tersebar di 11 kecamatan dengan luas panen tertinggi di Kecamatan Rimba Melintang 18 ha (53550 ton) Simpang Kanan 47 ha (18480 ton) dan Bangko Pusako 50 ha (15120 ton) serta kecamatan lainnya kurang dari 50 ha dengan produksi kurang dari 100 ton.

Selain produktivitas padi sawah, kabupaten Rokan Hilir juga memiliki potensi produktivitas tanaman pertanian padi gogo yang terkonsentrasi pada kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Pujud, dan Bagan Sinembah. Padi Gogo merupakan tanaman padi yang ditanaman dengan system ladang sering dikembangkan pada tanah bekas hutan, atau semak belukar yang dibuka melalui pembersihan lahan.

Sedangkan untuk periode oktober 2015 sampai April 2016 jumlah lahan pertanian yang ditanam mencapai 11.885 hektar. Pada MT ke dua yang mulai berjalan bulan Mei ini hingga September 2016 target tanam padi diperkirakan seluas 6406 hektar. Angka itu, mengalami peningkatan jika dibanding sebelumnya tahun 2015 lalu. Dimana, 2015 MT 1 dan MT 2 jumlah areal yang ditanam totalnya 12.997 hektar. Sedangkan 2016 jika ditotalkan MT 1 dan MT 2 mencapai 17 ribuan hektar. Untuk hasilnya sendiri, Angka Sementara (Asem) tahun 2015 di Rohil dari data perhitungan panen padi tercatat di BPS Provinsi Riau sebanyak 50,056 Ton.

Kepala Dinas Pertanian Rohil Ir Muslim, untuk Rohil sendiri, dibutuhkan beras sebanyak 70.000 ton beras pertahun. Untuk saat ini, dari hasil tanam padi baru menghasilkan 20.000 ton pertahun. Untuk menutupi kekurangan itu, Rohil masih harus impor dari luar daerah.Jika ingin swasembada di Rohil, harus ada 50.000 ton gabah. Untuk mengasilkan 50.000 ton gabah, diperlukan tambahan lahan sekitar 12.000 hektar lagi dari luas lahan pertanian yang tersedia sekarang.

Potensi Kedelai Rohil

Untuk tanaman jenis kacang-kacangan (kacang tanah kedelai dan kacang hijau) tersebar pada sembilan kecamatan dengan jenis luas dan produksi yang berbeda di setiap kecamatan. Tanaman kacang tanah banyak diusahakan di Kecamatan Simpang Kanan Rimba Melintang Bagan Sinembah dan Pujud dengan luas panen antara 1 ha sampai 37 ha dan jumlah produksi antara 19 ton sampai 5605 ton.

Tanaman kacang kedelai hanya dikembangkan di enam kecamatan yaitu kecamatan Bangko Rimba Melintang (01 45′ 280″ LU dan 101 00′ 589″ BT) Kubu TPTJ Melawan Bangko Pusako dan Simpang Kanan. Luas dan produksi tertinggi terdapat di kecamatan Bangko Rimba melintang (01 45′ 280″ LU dan 101 00′ 589″ BT) dan Kecamatan Kubu (diatas 100 ton). Untuk tanaman kacang hijau dominan diusahakan di Rimba Melintang dan di Kecamatan Simpang Kanan.

Potensi di Bidang Sayur dan Buah-buahan

Jenis tanaman sayur yang terdapat di Kabupaten Rokan Hilir adalah; sawi bayam kangkung terong kacang panjang cabe dan ketimun. Jenis sayuran yang paling banyak diusahakan adalah terong cabe kacang panjang dan ketimun. Tanaman sawi banyak diusahakan di kecamatan Bangko (02 09′ 914″ LU dan 100 48′ 313″ BT) Bagan Sinembah Simpang Kanan dan Rimba Melintang.

Tanaman Bayam banyak terdapat di kecamatan Kubu bangko (02 09′ 914″ LU dan 100 48′ 313″ BT) Pasir Limau Kapas Bagan Sinembah dan Simpang Kanan dan 4 kecamatan lainnya dengan luasan dibawah 10 ha. Tanaman Kangkung banyak diusahakan di 9 kecamatan antara lain Kecamatan Kubu bangko (02 09′ 914″ LU dan 100 48′ 313″ BT) Pasir Limau Kapas Simpang Kanan dan Rimba Melintang.

Tanaman Terong banyak diusahakan di 8 kecamatan antara lain Kubu Rimba Melintang Simpang Kanan dan Bagan Sinembah. Kacang panjang banyak diusahakan di kecamatan Rimba Melintang bagan sinembah Simpang Kanan dan Kubu. Cabe banyak diusahakan di kecamatan Rimba Melintang Batu Hampar (01 54′ 987″ LU dan 100 56′ 105″ BT) Bagan Sinembah Pasir Limau Kapas Kubu dan Simpang Kanan. Ketimun banyak diusahakan di kecamatan Rimba Melintang Batu hampar (01 54′ 987″ LU dan 100 56′ 105″ BT) Simpang Kanan Pasir limau kapas Kubu Bangko Pusako (01 44′ 133″ LU dan 100 56′ 551″ BT) dan Pujud.

Tanaman ketela pohon banyak dikembangkan di Rimba Melintang Simpang Kanan dan Pasir Limau Kapas Batu Hampar (01 54′ 987″ LU dan 100 56′ 105″ BT) Bagan Sinembah Kubu dan Bangko Pusako (01 44″ 561″ LU dan 100 56′ 551″ BT). Sedang Ketela rambat banyak terdapat di Kecamatan Simpang Kanan Rimba Melintang dan Kubu

Produksi tanaman buah-buahan di Kabupaten Rokan Hilir 6.71278 ton terdiri atas jenis buah: mangga rambutan duku/langsat jeruk jambu biji durian pepaya pisang nenas belimbing manggis nangka/cempedak sawo dan sirsak. Tanaman buah yang paling banyak diproduksi adalah pisang (1.74276 ton) nangka/cempedak (1.49380 ton) pepaya (1.09771 ton) rambutan (1.07900 ton) dan jeruk (71654 ton) dan hampir disemua wilayah jenis tanaman buah-buahan ini hanya sebagai tanaman pekarangan dan tanaman ini adalah merupakan tanaman warisan dari orang tua terdahulu.

Tanaman mangga banyak diusahakan di kecamatan Bagan Sinembah. Rambutan banyak terdapat di Rimba Melintang Pujud dan Kububangko. Jeruk dominan diusahakan di Rimba Melintang Pujud Bagan Sinembah dan Kubu. Durian diusahakan di Rimba Melintang dan Simpang Kanan dan Batu Hampar Bangko tanah putih Kubu. Jambu biji banyak diusahakan di Bagan Sinembah dan Rimba Melintang.

Pepaya banyak diusahakan di Rimba Melintang Bagan Sinembah Pasir Limau kapas dan Pujud. Pisang dominan diusahakan di Rimba Melintang Bagan Sinembah Kubu dan Pasir Limau Kapas. Nanas diusahakan di Rimba Melintang dan Bagan Sinembah. Manggis banyak terdapat di Rimba Melintang. Nangka/Cempedak diusahakan di Rimba Melintang dan Bagan Sinembah. Sawo banyak terdapat Bagan Sinembah. (Adv)