Ini Sebab Kaca Mobil Sering Berembun saat Musim Hujan

SALISMA.COM (SC) – Kondisi hujan kerap kali membuat kaca mobil berembun. Hal itu akan mengurangi visibilitas pengendara yang tentunya bakal berbahaya.

Product Manager Coolkars Serpong, Susanto, mengatakan AC mobil mengeluarkan embun belum tentu rusak. Menurutnya pada pagi hari, saat atau setelah hujan biasanya kelembaban udara di luar kabin cukup tinggi. Sehingga, udara mudah berubah jadi embun atau kabut.

“Embun di dalam kabin mobil terjadi karena tingkat kelembaban udara tinggi. Kedua karena dinginnya AC,” kata Santo kepada detikOto beberapa waktu lalu.

Kabin mobil lembab karena banyaknya partikel air. Saat terkena hawa dingin dari AC mobil, maka terjadilah embun. Hal ini adalah fenomena alam yang wajar.

Selain itu, proses terbentuknya embun juga bisa karena perbedaan suhu antara kabin dan suhu di luar. Suhu kabin yang lebih panas dibanding suhu di luar bisa menimbulkan embun di kaca mobil.

“Proses terbentuknya embun, biasa disebut kondensasi. Saat hujan, udara di dalam kabin awalnya akan mengikuti udara di luar yang mengandung kelembaban tinggi. Karena Anda di dalam mobil, embusan nafas yang juga telah mengandung banyak uap air akan bertemu dengan tekanan udara dalam kabin. Udara yang lembab, terhirup nafas dan turut mendinginkan udara hangat di dalam tubuh manusia,” sebut Santo.

“Uap air yang sudah tak bisa ditampung, baik oleh tubuh maupun udara kabin, akan mencari lokasi yang paling dingin. Nah, yang terdekat adalah kaca mobil. Maka terjadilah kondensasi pada kaca mobil. Dan kadar embunnya bakal lebih berat saat kabin diisi lebih dari satu orang,” tambahnya.

Untuk menghindari proses kondensasi itu, Santo menyarankan pemilik mobil melakukan perawatan AC secara berkala. Paling tiga, setiap tiga bulan filter kabin dibersihkan dan tekanan freon dicek.

“Agar suhu kabin tetap terjaga. Suhu ideal di inlet grill AC 5-8 derajat,” kata Santo. (detikoto)