Awas, RoRo Dumai-Malaka akan Permudah Peredaran Narkoba

PEKANBARU – Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat membuka akses jalur laut antar kedua negara itu melalui Roll On Roll Off (RoRo) Dumai-Malaka pada akhir tahun 2019.

Tentunya hal ini akan menguntungan dari sektor ekonomi. Tetapi harus diwaspadai juga bahwa akses ini sangat memberi ruang besar bagi peredaran narkoba antar kedua negara, khususnya di Provinsi Riau.

“Itu pasti!” kata Gubernur Riau, Syamsuar di Pekanbaru.

Menurut Syamsuar, untuk mengantisipasi masalah tersebut memang harus ada kerjasama banyak intansi. Seperti; pemerintah, TNI-Polri, lembaga khusus (BNN), Ormas Anak hingga pada lapisan masyarakat terkecil. Sebab masalah narkotika menjadi masalah negara dan harus ditangani bersama.

“Apalagi pemerintah sudah menetapkan bahwa masalah ini sudah masalah nasional. Artinya setiap lapisan masyarakat harus bekerja,” sambungnya.

Syamsuar menyebut, memang jauh sebelum ada RoRo Dumai-Malaka, masalah peredaran narkoba sudah merajalela. Namun jika memang ada anggapan dengan kemudahaan akses laut lewat RoRo itu dikhawatirkn akan memperburuk situasi, harusnya sejak dini upaya untuk antisipasi harus dilakukan sematang mungkin.

“Saya mewakili pemerintah berharap besar kepada dukungan semua pihak. Takhanya BNN. Semualapisan masyarakat punya kewajiban untuk menyadarkan minimal lingkungan di sekitar dia terhadap bahaya narkoba. Supaya ketika barang ini bisa ditahan masuknya ke Riau,” tuturnya.***/bpc

Share