oleh

Keluh Kesah Mahasiswa UIN SUSKA RIAU di Masa Pandemi Tiada Akhir

-Featured-102 views

SALISMA.COM, PEKANBARU – Krisis yang terjadi di dunia saat ini akibat munculnya Covid-19 telah memberikan berbagai perubahan mendasar pada kehidupan sosial masyarakat. Salah satu yang patut disoroti adalah dalam bidang pembelajaran pada tingkat mahasiswa, dimana telah nampak terjadi perubahan secara mendasar. Mahasiswa merupakan salah satu status sosial yang disandang oleh orang-orang yang menempuh pendidikan tingkat tinggi, yang juga sarat dengan keilmuan maupun sisi intelektualnya. Pemikiran mahasiswa yang cenderung maju dan kerapnya melakukan aksi sosial, menjadikan mahasiswa sebagai jembatan penghubung bagi perkembangan kehidupan masyarakat luas.

Eksistensi mahasiswa menjadi dikhawatirkan, sehingga hal ini mengancam terbentuknya generasi intelektual yang berkualitas. Mengingat saat ini pola interaksi dan pembelajaran pada mahasiswa menjadi berbeda, serta mereka juga berada dalam tahap penyesuaian. Hal ini dapat disimpulkan sebagai suatu permasalahan kompleks, tentang realitas sosial yang telah terjadi dan diprediksi pada kalangan mahasiswa. Maka dari itu, pola pembelajaran online merupakan sesuatu yang tak boleh habis untuk dikaji. Penerapan kuliah daring ini memiliki suka duka tersendiri yang dialami oleh mahasiswa . Duka yang bisa dialami mahasiswa yaitu bisa berupa susahnya jaringan. Hal ini membuat mahasiswa sulit untuk mengikuti kuliah online. Penulis sebagai mahasiswa tingkat paling akhir Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi akan Mendengarkan keluh kesah mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan secara daring.

Sejumlah universitas di Riau khususnya Kota Pekanbaru tidak lagi melangsungkan perkuliahan tatap muka langsung dan menggantinya dengan kuliah online atau kuliah daring. Tidak semua mahasiswa senang akan kuliah online tersebut. Di antaranya mahasiswa menceritakan keluh kesah mereka saat kuliah daring.

Aldo Winaryo (21) mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau yang mengikuti kuliah online, menurutnya virus corona ini sesuai informasi yang saya baca yaitu virus yang mematikan, virus yang berbahaya sehinga keberadaannya menjadi perhatian seluruh negara yang ada di dunia ini, selain itu virus corona juga mudah menularkan ke orang lain sehingga kita dianjurkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Adapun keluh kesah seorang mahasiswa dimasa pandemi ini yaitu berkaitan dengan kuliah online, dimana kita dituntuk untuk belajar dari rumah dan dirasa ini sangat tidak efektif bagi mahasiswa karena dengan bertatap muka dan secara langsung saja susah untuk memahami apa yang disampaikan dosen apa lagi secara daring.

“Kuliah secara online ini membutukan jaringan, jika saat kuliah online jaringan tidak memungkinkan bagi mahasiwa mengikuti perkuliahan akibat kurangnya fasilitas jaringan didesanya atau lelet jaringan didaerah tersebut, tentunya ini sangat mengganggu perkuliahan dan ujung – ujungnya tidak bisa berjalan dengan baik perkuliahan,” ungkap Aldo.

Yang menjadi keluh selanjutnya adalah kuota internet dimana seorang mahasiswa dengan uang yang terbatas dan dituntut untuk berhemat yang mana harus membaginya seperti membayar uang kost, uang makan dan tentunya dengan kuliah secara daring membutuhkan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli paket internet lebih dari yang biasannya karena lebih banyak berinteraksi menggunakan jaringan internet atau kuota.

Akibat dari pandemi ini juga kita tidak bisa berkumpul bersama teman – teman karena lebih dianjurkan untuk dirumah saja dan sebagai seorang mahasiswa tentunya sangat membosankan karena gerak yang terbatas untuk menghindari agar tidak tertular virus tersebut

“Kita harapkan semoga pandemi ini berakhir baik di Riau Indonesia bahkan dunia, ini bukan harapan saya saja”. Semua orang bahkan seluruh masyarakat dunia juga menginginkan virus ini segera hilang dari bumi ini supaya kita kembali beraktivitas seperti biasannya sebelum virus corona melanda dunia.

Berdasarkan yang disampaikan oleh Aldo Winaryo tidak ada suka dalam perkuliahan online ini, namun lebih memberi efek negatif baginya. Kurangnya fasilitas menjadi alasan tidak efektifnya kuliah online dan permasalahan kuota yang mengharuskan keluar biaya yang tidak sedikit.

Selanjutnya yang ikut merasakan suka duka maupun keluh kesah dalam mengikuti kuliah online adalah Nova Aina (23) yang juga mahasiswi UIN SUSKA Riau. Menurutnya kondisi saat dipandemi saat ini adalah sangat berbahaya karena kita telah menampakan bukti nyata banyaknya orang-orang yang meninggal disebabkan covid 19. Jadi rasanya tidak ada alasan untuk tidak mempercayai adanya keberadaan covid 19.

Akibat yang ditimbulkan oleh pandemi covid 19 ini juga kita ketahui yang pertama itu dari sektor ekonomi yang kedua yaitu dari sektor kesehatan semua ini terganggu diakibatkan oleh pandemi covid 19. Untuk itu Mari kita selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker menjaga Jara mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Patuhi Semua peraturan yang di berikan pemerintah karena itu semata-mata hanya untuk menjaga dan melindungi kita dari tertular virus Corona.

“Sebagai mahasiswa dampak yang saya rasakan itu banyak sebetulnya kalau dilihat kalau dilihat dari dampak negatif yaitu Pembelajaran melalui kuliah online Saya rasa ini tidak efektif karena antara manusia antara mahasiswa dengan dosen tidak tidak melakukan interaksi tatap muka secara langsung sedangkan perkuliahan normal seperti biasa yang bertatap muka langsung saja kurang efektif apalagi masa sekarang ini harus menggunakan daring. Kendala saya adalah tentang kuota saya seorang mahasiswi jadi pengeluaran saya semenjak melakukan perkuliahan online ini banyak juga dihabiskan untuk mengisi kuota internet karena harus mengikuti perkuliahan online. Jaringan terkadang jaringan itu tidak selalu nya bagus ada juga tersendat-sendat saat melakukan perkuliahan”. Ungkap Nova.

Kalau dari kalau dilihat dari sisi positifnya, “Saya setuju dengan hastag di rumah saja karena di masa Pendem ini memang saya takut keluar rumah karena saya memang takut tertular dari virus Corona meskipun memakai masker itu melindungi diri dari 70-80% dari penularan virus Tapi tetap saja rasanya lebih aman di rumah tanpa harus keluar. Melakukan banyak aktivitas atau kesibukan bermanfaat lainnya seperti kita bisa melakukan olahraga Biasanya kita yang jarang olahraga semenjak banyak di rumah itu kita bisa melakukan banyak olahraga memiliki waktu berkumpul dengan keluarga bagi yang tinggalin keluarga dan memiliki banyak waktu di rumah dengan teman-teman bagi yang tinggalnya di kos-kosan”. Tambah Nova.

Harapan Nova sendiri semoga wabah virus Corona ini cepat berlalu dan kita bisa kembali melakukan aktivitas normal seperti sedia kala untuk itu Mari kita tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan kita sehari-hari.(Sc7)