oleh

Fakta Tentang Pencarian Dark Matter (Materi Gelap)

-Tekno-49 views

SALISMA.COM – Dark matter (materi gelap) merupakan suatu materi yang membuat seperempat dari alam semesta. Tanpanya, galaksi akan berantakan. Di alam semesta, jumlah materi gelap lima kali lebih banyak daripada materi normal–materi yang membuat pohon-pohon, bintang dan manusia.

Meskipun para ilmuan tidak dapat memahami atau menjelaskan apa itu dark matter. Namun satu hal yang ilmuwan dapat katakan dengan pasti mengenainya adalah “Mereka makin dekat dengan jawabannya”.

Berikut ini fakta dan hal penting tentang pencarian materi gelap.

1. Para astronom di tahun 1930-an menyadari bahwa jika mereka menambahkan semua materi yang terlihat dalam sebuah cluster galaksi, gravitasi gabungan tidak akan cukup untuk menyimpan segala sesuatu bersama-sama. Harus ada sesuatu yang lain di sana dalam jumlah banyak. Para ilmuwan awalnya menduga hal tersebut sebagai massa yang hilang, tetapi kemudian sejak itu hal tersebut dijuluki “materi gelap.”

2. The Large Hadron Collider–akselerator partikel paling kuat–diharapkan dapat mengidentifikasi materi gelap. Fasilitas ini memberikan kesempatan terbaik untuk menemukan WIMP (weakly interacting massive particle, partikel masif yang berinteraksi secara lemah).

WIMP merupakan kandidat utama lainnya untuk hal-hal tersebut. Fisikawan partikel, Jonathan Feng, mengatakan, “WIMP bisa membuktikan semua ini teori spekulatif, menerawang dan jauh dari kenyataan ini.”

Istilah WIMP dipilih karena partikel-partikel tersebut jarang berubah menjadi materi normal. Mereka akan menjadi besar, jika jumlah mereka mencapai 27 persen dari alam semesta. Mereka diduga sebagai partikel, meski bahkan masih harus dilihat kejelasannya.

3. Sejumlah percobaan lainnya berusaha untuk memahami materi gelap dengan mempelajari efek sampingnya. Beberapa di antaranya bertujuan untuk mengamati materi gelap yang menabrak menjadi partikel normal di Bumi. Sementara sisanya mencari reaksi dari dua partikel materi gelap yang bertabrakan di ruang angkasa atau di bawah tanah.

4. Para ilmuwan juga dapat mendeteksi materi gelap dengan mengamati bagaimana gravitasi lengkungan cahaya yang melewatinya, seperti prisma kosmik. Sebuah tim dari National Astronomical Observatory of Japan melakukan survei terhadap lengkungan dan getaran untuk menciptakan “peta materi gelap” pertama, yang ditargetkan selesai di 2019 nanti. Peta ini akan mengungkapkan bagaimana materi gelap didistribusikan yang memberikan petunjuk untuk massa dan massa jenisnya.

5. Bahkan jika para ilmuwan mengidentifikasi materi gelap, di tahap itu mereka masih jauh dari memahami bagaimana alam semesta bekerja. Massa gabungan dari materi gelap dan materi normal masih menyisakan sekitar 70 persen dari alam semesta yang belum ditemukan.

(liputan6)