oleh

Jumlah Wisatawan Maladewa Turun Hingga 500 Ribu Orang

-traveling-104 views

MALE, SALISMA.COM (SC) – Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan bepergian warga dunia, dan praktis menekan angka wisatawan secara drastis. Hampir semua lokasi wisata terdampak, tetapi negara kepulauan Maladewa memiliki cara mempertahankannya.

Pada kondisi normal sebelum pandemi, setiap tahunnya Maladewa dikunjungi 1,7 juta wisatawan. Sepanjang 2020, jumlahnya turun hingga sekitar 500 ribu. Meski terjadi penurunan signifikan, angka itu cukup baik di tengah pandemi.

Sementara banyak negara menutup perbatasan, Maladewa memilih untuk membuka kembali sepenuhnya untuk pelancong dari negara mana pun, terlepas dari status keamanan negara akibat merebaknya pandemi. Alasan keputusan itu adalah keuangan.

Menurut data dari Michigan State University, pariwisata menyumbang 28 persen untuk PDB Maladewa. Aspek geografis negara itu juga cocok dengan protokol pencegahan Covid-19 karena hotel dan resor terpisah di berbagai pulau pribadi.

Ada lebih dari 1.000 yang dapat dipilih sehingga penerapan isolasi dan jarak sosial menjadi sangat mudah. Tutupnya tempat liburan populer di Asia-Pasifik seperti Tahiti, Bali, dan Phuket juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Maladewa.

Beberapa negara seperti Thailand dan Sri Lanka dibuka, namun mewajibkan karantina hotel selama dua pekan sebelum melancong. Sementara, Maladewa dibuka tanpa syarat pada Juli 2020, lantas pada September 2020 mengharuskan pelancong menunjukkan bukti negatif tes Covid-19 saat kedatangan.

Beberapa properti kelas atas melakukan pengujian Covid-19 tambahan sebagai lapisan perlindungan ekstra. Infrastruktur juga sangat berperan lantaran banyak resor memiliki perahu atau pesawat pribadi dan masuk dalam paket liburan.

Thoyyib Mohamed selaku Direktur Pelaksana Maladewa Marketing & PR Corporation (otoritas pariwisata nasional Maladewa) menginformasikan kondisi pariwisata di negaranya. Pada 2020, Maladewa menyambut 555.494 pengunjung.

Angka itu melebihi perkiraan kedatangan sebanyak 500 ribu orang. Dia menjamin penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan ketat di seluruh lokasi, sehingga tamu merasa aman selama berlibur di Maladewa.

“Keuntungan terbesar kami adalah fitur geografis yang unik di Maladewa. Kami mempromosikan destinasi sebagai tempat berlindung yang aman bagi para turis,” ujar Thoyyib, dikutip dari laman CNN, beberapa waktu lalu. (mil)