oleh

PPnBM Innova-Fortuner Cuma Dikorting 50%

-Otomotif-141 views

JAKARTA, SALISMA.COM (SC) – Pemerintah memastikan mobil di kategori 1.501 cc sampai 2.500 cc 4×2 dan 4×4 turut diberikan diskon PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah). Tapi, potongan diskon PPnBM untuk mobil 2.500 cc itu tak sampai 100%.

Dikutip dari Detik.com, Berdasarkan keterangan dari Kementerian Perindustrian, akan ada dua skema pengurangan PPnBM untuk masing-masing kendaraan 4×2 dan 4×4 dengan mesin sampai 2.500 cc. Untuk kategori itu, diskon PPnBM paling besar adalah 50%.

Berikut skemanya:

Tahap I (April-Agustus 2021)

  1. Mobil 4×2 1.501 cc-2.500 cc dikenakan diskon PPnBM 50% yang semula 20% menjadi 10%;
    2. Mobil 4×4 1.501 cc-2.500 cc diberi diskon PPnBM sebesar 25% yang tadinya 40% menjadi 30%.

Tahap II (September-Desember 2021)

  1. Mobil 4×2 1.501 cc-2.500 cc dikenakan diskon PPnBM 25% yang semula 20% menjadi 15%;
    2. Mobil 4×4 1.501 cc-2.500 cc diberi diskon PPnBM sebesar 12,5% yang tadinya 40% menjadi 35%.

Skema tersebut berbeda dengan diskon PPnBM untuk kategori mobil sedan dan 4×2 bermesin 1.500 cc ke bawah. Mobil dengan mesin 1.500 cc ke bawah yang berlaku sejak 1 Maret 2021 lalu itu diberi diskon PPnBM hingga 100%. Sekamanya yaitu diskon 100% pada Maret-Mei, diskon 50% pada Juni-Agustus, dan diskon 25% pada September sampai Desember untuk mobil sampai dengan 1.500 cc.

Meski diskon PPnBM mobil sampai 2.500 cc tidak sebesar mobil 1.500 cc, PT Toyota-Astra Motor (TAM) yakin keputusan ini bisa membangkitkan industri otomotif. Mobil Toyota yang terdampak diskon PPnBM untuk kategori mobil 1.501-2.500 cc antara lain Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner.

“Tentu pertama, berterima kasih atas support pemerintah khususnya kepada industri otomotif dalam negeri. (Meski diskon PPnBM hanya 50%), tetap positif untuk industri otomotif nasional,” kata Anton kepada detikcom, Kamis (25/3/2021).

Anton sendiri belum bisa memastikan seberapa besar penurunan harga Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner. Dia menyebut masih dalam perhitungan.

“Masih sedang dibuat sambil menunggu PMK (Peraturan Menteri Keuangan) juga,” ujar Anton. (mil)