oleh

Ini Dia, 4 Kuadran Manusia Saat Sambut Bulan Ramadhan. “Anda Berada di Kuadran yang Mana? Awas yang Keempat, ZONK!!!”

-Metro-148 views

SALISMA.COM – Pekanbaru.Hanya dalam hitungan jam saja, bulan Ramadhan yang dinanti-nanti tahun 1442 H, akan tiba. Bertepatan dengan Bulan April 2021.

Dalam agama islam, ritual ibadah selama Ramadhan pun dapat kembali ditemui. Nah, agar Ramadhan tahun ini berkesan, hingga nanti saat menyambut bulan Syawal,  ada 4 ciri manusia yang harus diperhatikan.

“Betul, mengharapkan derajat orang bertakwa. Jangan sampai ibadah Anda lakukan sia-sia”, pesan Ustad Marabona, Ketua Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Pekanbaru.

Materi itu disampaikan saat memberikan Kajian Subuh tentang takhossus Ekonomi Syariah, Subuh Ahad, 11 April 2021, Masjid AnNajah Jalan Sakuntala Pekanbaru.

Kajian Puasa Surat Al Baqoroh 183; Jangan jadi orang yang Merugi
Bunyi ayat 183 QS Al Baqoroh, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Nah, ada empat ciri atau 4 kuadran manusia yang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini terkait ayat 183 itu, kata Marabona.

Pertama; orang yang sangat mempersiapkan Ramadhannya dengan memperbanyak ritual ibadah di 2 bulan sebelumya. Rajab dan Sya’ban. Dan kemudian secara kaffah menjalan ritual ibadah dalam bulan Ramadhan.

“Ibarat orang yang mau menghadapi ujian nasional, sudah mempersiapkan latihan-latihan, agar terbiasa megerjakan ibadah di bulan Ramadhan”, tegas ustad asli Padang Sidempuan ini.

Kedua;, karakter manusia yang siap mengahadapi ritual ibadah Ramadhan, namun belum melakukan pemanasan pada bulan sebelumnya.

Ketiga; manusia yang tidak mengerjakan pemanasan ibadah terlebih dahulu. Kemudian dalam bulan Ramadhan pun masih ada kegiatan yang membatalkan puasa, berikut amaliahnya.

Ustad Marabona saat menyampaikan materi di Masjid An Najah Jalan Sakuntala Harapan Raya, Pekanbaru

Keempat; orang yang tidak mengerjakan ritual ibadah puasa dalam bulan Rajab maupun Syakban. Parahnya, dalam bulan Ramadhan pun juga tidak melakukan ritual ibadah sedikitpun.

Nah, Anda berada pada kuadran yang mana?, hati-hatilah bersikap.

“Ada yang menarik lagi, banyak ulama bersepakat, melakukan hal sunnah dalam bulan Rajab dan Sya’ban, derajatnya berbeda pada bulan lainnya. Kalau sesuatu yang wajib, berarti berdosa jika ditinggalkan. Namun meninggalkan yang sunnah, bukan berarti tidak berpahala, tapi malah orangnya akan merugi!”, pungkasnya.

Jelaslah bagi kita, jika ingin mengejar derajad TAQWA dalam bulan Ramadhan tahun ini. Semoga berkah. Selamat menjalankan ibadah, jalankan amaliyahnya, raih derajat taqwanya!***