oleh

Turki Sebut Sembilan Sekolah di Indonesia Terkait Ulama Gulen

-News-5 views

SALISMA.COM (SC), JAKARTA – Pemerintah Turki menyebut terdapat sembilan institusi pendidikan di Indonesia yang terkait dengan jaringan ulama Fethullah Gulen.

Gulen dituding menjadi dalang upaya kudeta yang gagal pada 15-16 Juli lalu, dan kini berada dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat. Gulen sendiri membantah tuduhan ini.

Berdasar keterangan pers dari Kedutaan Besar Turki di Jakarta yang diterima oleh CNN Indonesia pada Jumat (29/7), kelompok Gulen dirujuk sebagai Organisasi Teroris Fethullah Gulen (FETO).

Menurut rilis tersebut, sekolah di Indonesia yang terkait FETO adalah Pribadi Bilingual Boarding School di Depok dan Bandung, Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta, Sragen Bilingual Boarding School, Fatih Boy’s School dan Fatih Girl’s School di Aceh, serta Banua Bilingual Boarding Schol di Kalimantan Selatan.

Rilis Kedubes Turki juga menyebut bahwa menurut sumber pejabat Indonesia, kesembilan sekolah itu berada di bawah organisasi payung PASIAD, yang telah ditutup pada 1 November 2015.

Setelah percobaan kudeta, beberapa negara memutuskan untuk menutup sekolah yang berkaitan dengan FETO, seperti Yordania, Azerbaijan, Somalia dan Nigeria.

“Sebagai mitra strategis, kami berharap dan mengandalkan dukungan dari saudara kami rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia dalam perjuangan kami melawan organisasi teroris FETO,” ujar pernyataan Kedubes Turki.

Kudeta di Turki pada pertengahan Juli lalu menewaskan 246 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang.

Menyusul kudeta gagal tersebut, Turki melakukan penangkapan dan pemecatan besar-besaran di lembaga militer, peradilan serta institusi pemerintah lain yang dianggap terlibat kudeta. CNN Turk melaporkan lebih dari 15 ribu orang, termasuk 10 ribu tentara telah ditahan terkait kudeta.

Selain itu, pemerintah mengatakan bahwa tiga kantor berita, 16 stasiun televisi, 45 surat kabar, 15 majalah, dan 29 usaha penerbitan lain diperintahkan untuk ditutup, ditambah pula dengan penangkapan puluhan jurnalis.

Erdogan pada Sabtu lalu juga memerintahkan penutupan 1.043 sekolas swasta, 1.229 lembaga amal dan yayasan, 19 serikat dagang, 15 universitas dan 35 institusi medis.

(CNN INDONESIA.com)