oleh

WJIS 2025 Hasilkan Komitmen Investasi Rp26,42 Triliun, Jabar Mantapkan Posisi sebagai Magnet Penanaman Modal Nasional

SALISMA.COM, BANDUNG – West Java Investment Summit (WJIS) 2025 kembali menegaskan posisi Jawa Barat sebagai salah satu daerah tujuan investasi paling kompetitif di Indonesia. Gelaran yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat tersebut berhasil melahirkan 14 usulan penandatanganan komitmen investasi dengan total nilai proyek mencapai Rp26,42 triliun.

Selain itu, WJIS 2025 juga menjaring 122 keberminatan dari calon investor, menghasilkan 68 Letters of Intent (LoI)dari berbagai sektor dengan estimasi nilai Rp23,50 triliun.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap ekosistem investasi Jawa Barat yang dinilai stabil, progresif, dan memiliki keunggulan kompetitif yang kuat.

“Capaian ini menegaskan posisi Jawa Barat sebagai destinasi investasi yang sangat kuat di Indonesia. Ini sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan mitra internasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Dedi, Senin (17/11/2025).

Salah satu komitmen strategis yang tercapai adalah kesepakatan pemanfaatan tanah untuk kepentingan publik antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Bank Tanah. Kesepakatan ini dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur prioritas.

Di sektor pengembangan kawasan, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Operasi (PKSO) antara PT BIJB dan PT GMF AeroAsia Tbk untuk pengembangan Aerospace Park Kertajati menjadi sorotan utama. Proyek tersebut berhasil mengamankan nilai investasi sebesar Rp11,57 triliun. Selain itu, terdapat pula Share Purchase Agreement (SPA) antara PT Real Kaiten Indonesia dan PT Jasa Sarana senilai Rp12,5 miliar.

Komitmen besar lainnya dituangkan dalam MoU Pengembangan Bandara Kertajati antara PT BIJB dan PT RKCI yang mencakup pembangunan Aerospace Park, Logistic Hub, serta Mixed-Use Commercial Area dengan total nilai Rp13,55 triliun.

“WJIS 2025 juga menghadirkan kerjasama strategis untuk optimalisasi kegiatan ibadah Umrah antara PT BIJB, PT JAHO, dan PT Garuda Indonesia Tbk,” lanjut Dedi.

Pada sektor energi dan migas, PT MUJ mencatat sejumlah kesepakatan penting, mulai dari investasi hulu migas dengan Minarak Banyumas Gas senilai Rp256 miliar, pengembangan LNG bersama Blue Energi Indonesia senilai Rp320 miliar, kerja sama energi terbarukan bersama Bukaka Teknik Utama Tbk senilai Rp100 miliar, hingga kolaborasi teknologi energi dengan Corbec Communication senilai Rp300 miliar.

Selain itu, MUJ Energi Indonesia juga menandatangani kerja sama pengembangan teknologi hulu migas dengan CNLCsenilai Rp50 miliar.

WJIS 2025 juga menampilkan perkembangan positif di sektor startup dan UMKM. Komitmen investasi untuk program Aksara Jabar terjalin melalui kerja sama antara Invst ID dan Amigated Harvest Pte Ltd senilai Rp1 miliar, serta kolaborasi Youngpreneur Jabar antara Invst ID dan PASITA ASEAN–China senilai Rp2,69 miliar.

Penguatan ekosistem pendidikan dan komersial ditandai dengan investasi pengembangan co-working space di kawasan TOD Pondok Cina untuk Learning Center Al-Azhar Corporate School senilai Rp7,8 miliar. Sementara itu, Koperasi Kristal Laut Nusantara juga menandatangani MoU dengan PT Royal Monarki Investama dengan nilai Rp250 miliar.

Dengan capaian-capaian tersebut, WJIS 2025 dinilai semakin memperkokoh peran Jawa Barat sebagai pusat investasi nasional serta membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang.***