oleh

Untuk Memecahkan Misteri Piramida, Ilmuan Menggunakan Sinar Kosmik

-Dunia-7 views

SALISMA.COM – Sekelompok ilmuwan akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk memecahkan misteri piramida di Mesir. Mereka akan menggunakan infrared thermography (teknik pencitraan infra merah), scan tiga dimensi, dan juga sinar kosmik.

Senin 2 November 2015, ilmuwan dan arsitek dari Mesir, Jepang, Prancis, dan Kanada, akan memetakan dua piramida di Giza dan dua di Dahsur, selatan Kairo.

Para ilmuwan juga mengatakan teknologi yang sama bisa membantu menemukan kuburan rahasia di ruang pemakaman Tutankhamun, yang kemungkinan besar adalah makam Ratu Nevertiti.

“Kelompok khusus ini akan mempelajari piramida-piramida itu untuk melihat apakah masih ada ruang tersembunyi di sana,” kata Menteri Kepurbakalaan Mesir, Mamduh al-Damati.

“Para ilmuwan dan arsitek akan melakukan survei melalui teknologi yang tidak merusak yang tidak membahayakan piramida,” tambah dia.

Sebelumnya, sejumlah misi penelitian telah dilakukan untuk mengungkap misteri piramida-piramida itu. Namun hingga kini para ilmuwan belum mampu menghasilkan teori yang relevan untuk menjelaskan bagaimana piramida-piramida itu dibangun.

Piramid-piramid yang akan diteliti itu adalah Piramida Khufu, yang juga dikenal sebagai Piramida Besar Giza. Piramida tertinggi ini dibangun oleh anak Snefru –pendiri dinasti ke empat Mesir (2.575 SM – 2.465 SM).

Piramida di Giza yang juga akan diteliti adalah Khafre atau Chepren yang dibangun oleh anak Khufu. Sementara, dua piramida di Dahshur dibangun oleh anak Snefru. “Idenya (penelitian) untuk memecahkan misteri piramida,” kata Mehdi Tayoubi, salah satu ilmuwan yang terlibat penelitian ini.

“Sinar kosmik menghasilkan muon –partikel subatomik yang tidak stabil– ketika mereka mengenai atmosfer,” tutur Alan Duffy, astrofisikawan Universitas Swinburne, sebagaimana dikutip Dream dari laman Perth Now.

Duffy menambahkan, sinar kosmik bekerja seperti dokter akan melakukan rontgen sinar-X pada pasien patah tulang. Hasilnya dapat dilihat gambar tulang pada bagian mana yang patah.

Seperti itu pula kinerja sinar kosmik dalam penelitian ini. Namun, dalam kasus penelitian ini, bukan tulang retak yang terlihat atau dicari, merupakan kemungkinan masih adanya kamar yang tersembunyi di dalam piramida-piramida tersebut.

Teknik ini pernah dilakukan dalam berbagai penelitian. Misalnya melihat kondisi di dalam gunung berapi, atau kondisi di dalam reaktor nukli Fukushima, Jepang, yang bocor setelah musibah tsunami 2011.

(dream)