Ayah ini Memberikan Berlian Rp 650 Miliar Kepada Anaknya

SALISMA.COM – Dalam sebuah pelelangan di Jenewa, Swiss, pada Kamis (12/11/2015), Berlian seharga US$ 48 juta atau Rp 650 miliar telah dimenangkan oleh seorang pengusaha. Berlian Blue Moon itu diberikan khusus kepada anak perempuannya.

Berlian biru itu ditemukan di Afrika Selatan pada Januari 2014 dan merupakan salah satu berlian terbesar yang pernah ada di lelang.

Para ahli mengatakan bahwa batu mulia berwarna digilai oleh para pemburu berlian.

Pengusaha yang bernama Joseph Lau ini merupakan seorang raja properti Hong Kong. Lau membelikan berlian 12.03 karat itu di rumah lelang Sotheby dan segera mengganti namanya menjadi Blue Moon of Josephine, seperti nama anaknya.

Sehari sebelumnya, Lau menghabiskan US$ 28.5 juta untuk sebuah berlian merah jambu yang langka sebesar 16.08 karat. Ia berhasil mengalahkan saingannya yang juga tertarik membeli di rumah lelang Christie. Setelah berhasil menang, ia mengganti nama batu mulia itu menjadi Sweet Josephine.

Juru bicara untuk Lau mengkonfirmasikan kebenaran pembelian tuannya itu.

“Benar, berlian pertama yang berwarna pink, Sweet Josephine, dan yang kedua adalah Blue Moon of Josephine,” ujarnya.

Sementara itu direktur rumah lelang Sotheby, David Bennett, mengatakan penjualan Blue Moon telah memecahkan rekor. Batu mulia itu menjadi berlian paling mahal di seluruh dunia yang pernah dijual melalui pelelangan.

Rekor sebelumnya berlian yang dijual di rumah lelang berupa berlian 24.78 karat Graff Pink seharga US$ 46,2 juta pada November 2010.

Ini bukan pertama kali Lau membeli berlian langka untuk anak perempuannya. Pada 2009,  dia dilaporkan menghabiskan uang US$ 9,5 juta untuk anaknya dan mengganti nama batu mulia itu menjadi Star of Josephine.

Josephine adalah anak perempuan dari pacar dan mantan asistennya, Chan Hoi-wan, menurut media lokal Hong Kong. Pengusaha gaek 64 tahun itu juga punya dua anak lainnya dari partner lamanya, Yvonne Lui.

Pada Maret 2014, Lau dinyatakan bersalah karena telah menyogok menteri untuk membeli salah satu tanah di Makau. Ia tidak hadir dalam sidang karena antara China dan Makau tidak ada perjanjian ekstradisi.

(liputan6)

Share